Senator Lia Istifhama Serap Aspirasi di Prigen, Bahas Pembangunan dan Kelestarian Alam

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota MPR RI Periode 2024–2029, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I. melakukan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Prigen, Kabupaten Pasuruan. (dok. Istimewa)

Anggota MPR RI Periode 2024–2029, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I. melakukan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Prigen, Kabupaten Pasuruan. (dok. Istimewa)

Pasuruan – Pembangunan nasional dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu isu penting dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang dilakukan Anggota MPR RI periode 2024–2029, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin, (20/7/2026).

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut. Di antaranya Prof. KH. Dr. Muhibbin Zuhri, M.Ag., KH. Mukarrom Arief Ibrahim, Marjiin Syam, dan Abdul Mujib HU.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan”. Forum ini menjadi ruang dialog untuk mendengarkan langsung pandangan dan aspirasi masyarakat, termasuk warga Rungkut, Surabaya, serta masyarakat Prigen dan Pasuruan.

Bagi Lia, pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Lebih dari itu, setiap kebijakan pembangunan perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan terhadap kehidupan masyarakat.

Pembangunan nasional memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, proses tersebut perlu dijalankan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pembangunan berwawasan lingkungan menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

Dalam konteks masyarakat, isu lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Kualitas tata ruang merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Lia menegaskan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional. Menurutnya, kebijakan yang baik harus dibangun melalui pemahaman terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

“Pembangunan nasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara parsial,” ujar Lia dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan JLS dan Trans Jatim untuk Konektivitas Wilayah Selatan

Ia menyampaikan, pembangunan yang berwawasan lingkungan bukan berarti menghambat kemajuan. Sebaliknya, prinsip tersebut harus menjadi landasan agar pembangunan dapat berlangsung secara lebih terencana, adil, dan berkelanjutan.

“Ketika lingkungan dijaga, maka masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya. Karena itu, pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara kemajuan ekonomi,” lanjutnya.

Karena itu, edukasi dan partisipasi publik perlu terus diperkuat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada keberlanjutan.

Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, Lia berharap suara masyarakat dapat menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan nasional. Ia menilai, pembangunan yang benar-benar berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa meninggalkan kepentingan lingkungan dan generasi masa depan.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp