Sidoarjo – Sebagian besar santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam Tanggulangin yang sebelumnya diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah kembali ke pondok. Kondisi mereka disebut sehat dan stabil.
Pengasuh Ponpes Mamba’ul Hikam, Gus Bahron Nafi memastikan para santri telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian santri yang hanya mengalami keluhan ringan juga sudah diperbolehkan kembali ke pondok.
“Memang ada yang sudah kembali ke pondok. Keluhannya ringan, seperti pusing-pusing,” kata Gus Nafi, Rabu (2/9/2026).
Selain kembali ke pondok, sejumlah santri yang telah keluar dari rumah sakit juga meminta izin untuk pulang ke rumah. Pihak pesantren memberikan izin tersebut.
Di sisi lain, ada santri yang memilih tetap tinggal di pondok. Mereka merasa kondisi tubuhnya sudah membaik dan tidak mengalami keluhan berarti.
Gus Bahron Nafi menyebut masih ada beberapa santri yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, kondisi mereka mendapat perhatian dan penanganan medis.
“Memang ada yang masih perlu dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah mereka juga diperhatikan dengan baik,” ujarnya.
Pihak Ponpes Mamba’ul Hikam sekaligus membantah kabar adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Informasi yang menyebut terdapat santri meninggal dunia dipastikan tidak benar atau hoax.
“Kami pastikan itu hoax sepenuhnya,” tegas Gus Nafi.
Pesantren juga menepis spekulasi yang menyebut sumber dugaan keracunan berasal dari dapur internal pondok. Gus Bahron meminta wali santri dan masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pihak pesantren mengimbau seluruh wali santri tetap tenang dan bijak dalam menyikapi perkembangan informasi terkait kondisi para santri.
“Untuk update informasi yang akurat tentang kondisi santri, silakan merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pondok pesantren,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful