Surabaya – Senator DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Hal itu disampaikan Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia usai menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Menurut Ning Lia, tema HUT ke-81 RI, Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus diwujudkan melalui langkah konkret. Salah satunya dengan membenahi sektor pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas SDM.
“Jika berkaca pada tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, maka aspek yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah pendidikan atau SDM-nya. Alam kita ini kaya, tetapi untuk menjadikannya nilai tambah diperlukan kompetensi SDM yang mumpuni,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Senator Lia mengatakan kekayaan alam Indonesia tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, kompetensi, dan keahlian.
Penguatan pendidikan, lanjut dia, juga akan berdampak terhadap sejumlah sektor strategis. Mulai dari ketahanan pangan, kedaulatan energi, keadilan sosial, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Dari pendidikan itu nantinya akan merambat ke berbagai aspek lain seperti ketahanan pangan, kedaulatan energi, keadilan, dan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik,” katanya.
Ning Lia juga menyoroti perhatian terhadap tenaga pendidik, terutama guru honorer yang dinilai memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Perhatian kepada guru honorer juga terus saya perjuangkan selama ini,” tegasnya.
Tak hanya guru, Senator Lia turut mendorong pemerintah memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Termasuk anak penyandang disabilitas.
Menurutnya, negara memiliki kewajiban menyediakan sarana, prasarana, serta lingkungan belajar yang inklusif agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
“Pendidikan tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu. Anak-anak penyandang disabilitas juga harus mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ning Lia menambahkan, makna kemerdekaan tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kematangan sebuah bangsa juga terlihat dari komitmen negara dalam meningkatkan kualitas manusia dan membuka kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.
“Penguatan manusia harus menjadi fondasi. Kalau SDM kita kuat, potensi Jawa Timur dan Indonesia bisa dikelola lebih optimal untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful