Peringatan Hari Polwan, Gubernur Khofifah Soroti Dedikasi Polisi Wanita untuk Masyarakat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Polwan, Gubernur Khofifah Soroti Dedikasi Polisi Wanita untuk Masyarakat. (Dok. Humas Pemprov)

Peringatan Hari Polwan, Gubernur Khofifah Soroti Dedikasi Polisi Wanita untuk Masyarakat. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi Polisi Wanita (Polwan) dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Khofifah, keberadaan Polwan memiliki peran strategis dalam membangun rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, termasuk di Jawa Timur.

Apresiasi itu disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Polisi Wanita Republik Indonesia yang mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”.

“Selamat Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Khofifah menilai, pengabdian Polwan tidak sebatas menjalankan tugas kepolisian. Lebih dari itu, Polwan dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang humanis melalui empati, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Seorang Polwan, di mana pun ia bertugas, dapat menghadirkan dampak yang luar biasa. Ketegasan dalam menjalankan tugas yang disertai empati dan kepekaan sosial menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Khofifah, Polwan juga memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Peran itu semakin dibutuhkan dalam menangani perkara yang melibatkan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

Pendekatan profesional, empatik, dan berperspektif korban, lanjut dia, diperlukan agar masyarakat berani menyampaikan persoalan sekaligus mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan.

“Makna extraordinary impact tidak selalu diukur dari besarnya sebuah operasi. Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir,” tuturnya.

BACA JUGA  FPKS Jatim Setujui Penyertaan Modal Jamkrida Rp100 Miliar, Tekankan Manfaat untuk UMKM

Khofifah menyebut tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menegaskan bahwa setiap Polwan memiliki kesempatan menghadirkan perubahan nyata. Hal itu dapat diwujudkan melalui profesionalisme, keberanian, integritas, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, tantangan keamanan juga semakin kompleks. Mulai kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perundungan, kekerasan seksual, hingga kejahatan di ruang digital.

Karena itu, Khofifah mendorong Polwan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Penguasaan teknologi, literasi digital, komunikasi publik, serta kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi dengan masyarakat dinilai penting dalam mendukung tugas kepolisian.

“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, ancaman terhadap keamanan masyarakat juga semakin kompleks. Kita membutuhkan Polwan yang adaptif, cakap secara digital, kuat dalam membangun komunikasi, dan tetap berpegang teguh pada integritas,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Khofifah juga mengapresiasi kiprah Polwan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Di antaranya penanganan bencana, pengaturan lalu lintas, edukasi kepada pelajar, pendampingan masyarakat, hingga menjaga keamanan dan ketertiban.

Berbagai bentuk pengabdian tersebut, kata Khofifah, menunjukkan bahwa kehadiran Polwan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Bahkan, interaksi sederhana antara petugas dan warga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Kadang dampak itu hadir dari hal yang sederhana. Senyum, sapaan, kesediaan mendengarkan, dan respons yang cepat terhadap pengaduan masyarakat dapat menjadi wujud pelayanan yang menghadirkan rasa aman,” katanya.

Khofifah menegaskan Polwan merupakan representasi wajah Polri yang mampu memadukan ketegasan dengan pendekatan humanis. Profesionalisme dalam penegakan hukum, menurut dia, tidak boleh menghilangkan empati dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Polwan adalah wajah Polri yang tegas sekaligus humanis. Kehadirannya menunjukkan bahwa penegakan hukum dan pelayanan publik dapat berjalan dengan profesional tanpa kehilangan empati dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

BACA JUGA  Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Di sisi lain, Khofifah menyebut kiprah Polwan menjadi bukti semakin terbukanya ruang bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi dan mengambil peran kepemimpinan, termasuk di bidang yang memiliki tantangan dan tanggung jawab besar.

Dia berharap semakin banyak Polwan mendapat kesempatan berkembang, berprestasi, dan dipercaya menduduki posisi strategis di lingkungan kepolisian. Kiprah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mengejar cita-cita dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

“Perempuan harus memperoleh kesempatan yang setara untuk bertumbuh, memimpin, dan menunjukkan kompetensinya. Polwan telah membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas-tugas besar dengan profesionalisme, keberanian, dan integritas,” ungkapnya.

Khofifah berharap seluruh Polwan terus memperkuat pengabdian dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin presisi, responsif, inklusif, dan dipercaya masyarakat.

“Teruslah menjadi sosok yang mengayomi, melindungi, dan menginspirasi. Semoga setiap langkah pengabdian Polwan membawa rasa aman, menumbuhkan kepercayaan, dan menghadirkan dampak luar biasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dirgahayu Polisi Wanita Republik Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks
Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab
Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri
Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim
Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim
Bupati Subandi Gerak Cepat Evaluasi MBG Sidoarjo, Kepala SPPG Diminta Perketat Pengawasan
Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla
FPKS Jatim Setujui Penyertaan Modal Jamkrida Rp100 Miliar, Tekankan Manfaat untuk UMKM
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Selasa, 8 September 2026 - 23:20 WIB

Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab

Selasa, 8 September 2026 - 21:42 WIB

Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim

Selasa, 8 September 2026 - 14:40 WIB

Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Berita Terbaru

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:20 WIB

WhatsApp