P-APBD Jatim 2026 Disepakati, FPKS Minta Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Rakyat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara FPKS DPRD Jatim, Harisandi Savari, saat membacakan Pendapat Akhir Fraksi dalam rapat paripurna DPRD Jatim. (Dok. Istimewa)

Juru bicara FPKS DPRD Jatim, Harisandi Savari, saat membacakan Pendapat Akhir Fraksi dalam rapat paripurna DPRD Jatim. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD (P-APBD) Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Meski memberikan persetujuan, FPKS menitipkan sejumlah catatan penting kepada Pemprov Jatim. Salah satunya, perubahan APBD tidak boleh berhenti pada perubahan angka anggaran. Kebijakan tersebut harus benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Sikap itu disampaikan juru bicara FPKS DPRD Jatim, Harisandi Savari, saat membacakan Pendapat Akhir Fraksi dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (3/9/2026). Menurut FPKS, keberpihakan APBD harus terlihat dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Terutama kelompok miskin dan rentan, pelaku UMKM, petani, nelayan, pekerja, guru, hingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan dasar.

“APBD harus menjadi instrumen untuk memastikan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin, kelompok rentan, pelaku UMKM, petani, nelayan, pekerja, guru, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan dasar,” kata Harisandi saat membacakan Pendapat Akhir FPKS.

FPKS mencatat Belanja Daerah Jatim dalam P-APBD 2026 meningkat sekitar Rp2,676 triliun. Semula Rp27,23 triliun menjadi Rp29,90 triliun atau mengalami kenaikan 9,83 persen.

Kenaikan belanja tersebut, lanjut FPKS, harus dibarengi dengan kesiapan pelaksanaan program. Jangan sampai tambahan anggaran justru tidak terserap karena kegiatan belum siap dijalankan.

Fraksi juga menyoroti tambahan belanja modal yang setelah pembahasan menjadi sekitar Rp866 miliar. Anggaran itu diminta diarahkan untuk pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik, konektivitas antarwilayah, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai anggaran tersedia, tetapi kegiatan tidak siap dilaksanakan. Sebab, anggaran yang tidak terlaksana berarti tertundanya manfaat yang seharusnya diterima masyarakat,” tegas FPKS.

BACA JUGA  Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

FPKS turut mengapresiasi kinerja perekonomian Jawa Timur. Pada Semester I 2026, ekonomi Jatim tumbuh 5,84 persen. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen.

Namun, FPKS mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tercermin dalam angka statistik. Pertumbuhan tersebut harus berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli, serta perbaikan pelayanan dasar.

Persoalan pemerataan pembangunan juga menjadi perhatian FPKS. Salah satunya terkait alokasi infrastruktur Bina Marga untuk wilayah Madura yang masih berada di kisaran 5 persen.

FPKS meminta Pemprov Jatim memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Madura, kepulauan, Tapal Kuda, Mataraman, Pantura hingga wilayah Selatan harus mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing.

“Pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian. Jangan sampai masih ada wilayah yang tertinggal karena minimnya dukungan infrastruktur,” demikian catatan FPKS.

Di sektor pendidikan, FPKS juga meminta Pemprov Jatim segera menuntaskan pembayaran tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2025 bagi 35.680 guru ASN SMA, SMK dan SLB.

Kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan tambahan TPG tersebut diperkirakan mencapai Rp274,57 miliar.

Menurut FPKS, pemenuhan hak guru harus menjadi bagian penting dalam kebijakan anggaran. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain pendidikan, FPKS menyoroti penguatan UMKM. Fraksi meminta keberhasilan program UMKM tidak hanya diukur berdasarkan besarnya kredit yang disalurkan.

Indikator yang lebih penting, kata FPKS, adalah pertumbuhan usaha, peningkatan omzet pelaku UMKM, serta kemampuan program tersebut dalam menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim didorong meningkatkan kinerja bisnis dan kontribusinya terhadap daerah. FPKS mengingatkan BUMD tidak boleh terus bergantung pada penyertaan modal pemerintah.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Menutup Pendapat Akhir Fraksi, FPKS menegaskan P-APBD 2026 harus mampu memperkuat program prioritas Nawa Bhakti Satya. Setiap program harus memiliki target dan indikator keberhasilan yang jelas sehingga penggunaan anggaran dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

“Anggaran harus bekerja untuk rakyat. Pembangunan harus dirasakan oleh rakyat. Dan setiap rupiah APBD harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegas FPKS.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp