Jombang – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tak hanya menjadi forum strategis organisasi. Ribuan ulama, delegasi, dan penggembira yang datang dari berbagai daerah turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menilai tingginya mobilitas peserta muktamar memberikan dampak positif bagi sejumlah sektor ekonomi lokal. Mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, transportasi, hingga jasa.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi contoh nyata efek berganda atau multiplier effect dari penyelenggaraan event berskala besar.
“Muktamar tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. UMKM mendapat berkah karena banyak peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, perputaran uang selama muktamar tidak berhenti pada pedagang yang menerima transaksi secara langsung. Belanja peserta untuk makanan, minuman, oleh-oleh, penginapan, transportasi, hingga kebutuhan lainnya turut menggerakkan sektor ekonomi yang saling berkaitan.
“Ketika ada ribuan orang datang, kebutuhan mereka juga meningkat. Ada makanan, minuman, transportasi, oleh-oleh, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Ini menciptakan rantai ekonomi yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelas Ning Lia.
Geliat ekonomi tersebut terlihat dari ramainya bazar UMKM di sekitar lokasi muktamar. Berbagai produk ditawarkan, mulai makanan dan minuman, jajanan khas daerah, oleh-oleh, hingga produk lokal Jombang.
Salah seorang pedagang, Slamet Rahimin, warga Jombang, mengaku merasakan langsung peningkatan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan muktamar.
“Bazar ini menjadi ladang rezeki bagi warga Jombang. Banyak peserta yang datang dari luar daerah, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan,” kata Slamet.
Ning Lia menilai UMKM lokal tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap dalam kegiatan besar. Menurutnya, UMKM perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang mendapatkan manfaat jangka panjang dari sebuah perhelatan besar.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya meningkatkan transaksi selama acara berlangsung. Produk UMKM Jombang yang dikenal ribuan peserta dari berbagai daerah diharapkan bisa membuka pasar baru setelah muktamar berakhir.
“Yang lebih penting bukan hanya peningkatan transaksi selama muktamar. Kalau produk UMKM Jombang bisa dikenal peserta dari berbagai daerah, ini bisa menjadi pintu masuk pasar yang lebih luas setelah muktamar selesai,” tutur Ning Lia.
Menurut Ning Lia, dampak ekonomi tersebut dapat diperbesar melalui strategi penguatan UMKM. Di antaranya kurasi produk, perbaikan kemasan, pemasaran digital, hingga perluasan jejaring pasar.
“Harapannya, berkah muktamar bisa dirasakan secara luas. UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan Jombang maupun Jawa Timur mendapatkan manfaat positif dari perhelatan besar ini,” harapnya.
Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi forum tertinggi organisasi untuk membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya roadmap NU 25 tahun ke depan, nilai keulamaan, digitalisasi, kaderisasi, serta laporan program organisasi.
Forum tersebut juga membahas tata tertib melalui sidang pleno hingga pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Dengan agenda yang berlangsung selama lima hari dan dihadiri peserta dari berbagai daerah, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi muktamar ikut meningkat. Mobilitas kendaraan juga mengalami lonjakan.
Sebelumnya, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya mengatakan sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama muktamar.
“Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira,” kata Agus seperti dikutip dari laman resmi Korlantas Polri, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pengamanan lalu lintas tidak hanya difokuskan pada rombongan peserta muktamar. Aktivitas masyarakat Jombang juga harus tetap berjalan normal.
“Kegiatan kita tidak hanya mengatur kendaraan rombongan peserta muktamar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh peningkatan arus kendaraan,” ujarnya.
Korlantas Polri mendorong jajaran kewilayahan, khususnya Ditlantas Polda Jatim, menyiapkan personel dan pola pengaturan lalu lintas secara matang. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus memberikan bantuan dan informasi kepada pengguna jalan.
Agus menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengamanan. Polisi memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), baik bagi peserta muktamar maupun masyarakat umum.
“Penguatan pengamanan lalu lintas ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Polri menyambut salah satu agenda besar NU tahun ini,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful