Marketing Tak Bisa Instan! CEO SLC Marketing Inc & Baba Rafi Kebab Turki Kompak Tekankan Adaptasi dan Kolaborasi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO PT Baba Rafi Internasional Hendy Setiono bersama CEO SLC Marketing Inc sekaligus Founder Connectpedia Sandy Wahyudi di Lantai 20 IdeaHub, Vaza Tower Surabaya. (Foto : Istimewa)

CEO PT Baba Rafi Internasional Hendy Setiono bersama CEO SLC Marketing Inc sekaligus Founder Connectpedia Sandy Wahyudi di Lantai 20 IdeaHub, Vaza Tower Surabaya. (Foto : Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Strategi marketing tidak bisa lagi dijalankan secara instan. Dibutuhkan analisis mendalam hingga kesiapan operasional, agar bisnis mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Hal ini disampaikan oleh CEO SLC Marketing Inc sekaligus Founder Connectpedia Sandy Wahyudi dalam paparan acara CEO Strategy Session di Lantai 20 IdeaHub, Vaza Tower Surabaya pada Kamis (26/2/2026).

“Ada strategi khusus agar pelaku usaha bisa beradaptasi dengan perubahan besar,” ujarnya.

Menurut Sandy, terdapat empat kunci indikator marketing yang wajib diperhatikan. Yaitu, kunci pertama adalah analisis lokasi secara mendalam. Akses dan visibilitas lingkungan sekitar, kata dia, merupakan bagian penting dari segmentasi pasar.

“Lokasi bukan hanya soal tempat tetapi soal siapa yang lewat, siapa yang melihat, dan siapa yang berpotensi menjadi pelanggan,” jelas Sandy.

CEO Sandy juga menyampaikan kunci kedua yaitu pelaku usaha harus memahami kompetitor. Riset pesaing perlu dilakukan sesuai kapasitas bisnis yang dimiliki.

“Siapa pesaing anda? Apa yang mereka lakukan? Pelajari kelebihan dan kekuranganbya. Dari situ, kita tahu bagaimana bertahan dan berkembang bisnis kita,” katanya.

Sandy menambahkan riset kompetitor bukan untuk meniru, melainkan untuk menemukan celah diferensiasi agar bisnis memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Kunci ketiga adalah mendengarkan suara konsumen. Sandy mencontohkan frekuensi makan di luar rumah dan rata-rata budget per makan bisa menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan (decision making).

“Customer komplain itu artinya mereka masih peduli. Kalau sudah diam, justru itu yang berbahaya,” tegas dia.

Lebih lanjut, CEO Sandy menuturkan bahwa forecasting atau analisis keuangan dan audit. Pelaku usaha perlu membaca daya beli, baik lokal maupun online serta melakukan evaluasi keuangan sejak awal.

“Tanpa forecasting yang kuat, bisnis akan kesulitan membaca potensi risiko kedepan,” imbuh dia.

Sementara, CEO PT Baba Rafi Internasional Hendy Setiono membagikan perjalanan bisnis Baba Rafi Kebab Turki dari nol hingga berkembang pesat seperti saat ini. Ia juga mengakui, selama mrintis usaha banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Namun fokus utamanya adalah bagaimana terus mengembangkan bisnis agar semakin sukses. Saat ini, Baba Rafi telah memiliki sekitar 800 gerai aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan sejumlah negara,” imbuh CEO Hendy.

Menurut Hendy, salah satu nilai inti yang selalu dibawah selama 22 tahun berbisnis adalah kolaborasi.

“Penjualan itu tidak hanya offline maupun online. Saat ini datanya terbagi tiga yaitu offline, online, dan hybrid,” imbuhnya.

Hendy menuturkan kesuksesan tidak bisa diraih sendirian, tetapi kolaborasi. “Sukses itu perlu adanya kolaborasi. Tidak ada orang sukses tanpa kolaborasi,” tuturnya.

CEO Baba Rafi Kebab Turki juga menyoroti pentingnya depo sebagai mesin stabilitas operasional. Bagi dia, scale up bisnis bukan sekadar menambah outlet.

“Ketahanan lahir dari logistik yang rapi. Depo kuat, ratusan outlet bisa tenang,” terangnya.

Hendy menyebut, depo harus menjadi center of excellence, bukan sekadar gudang pasif. Bahkan, KPI depo harus terhubung langsung dengan performa outlet.

“Empire bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang paling siap untuk tetap berdiri saat angin kencang datang,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp