Ketua DPRD Sidoarjo Minta RDTR Tulangan Jaga Identitas Daerah dan Beri Kepastian Investasi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih saat menghadiri sosialisasi RDTR WP Tulangan yang diselenggarakan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Luminor. (Dok. Istimewa)

Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih saat menghadiri sosialisasi RDTR WP Tulangan yang diselenggarakan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Luminor. (Dok. Istimewa)

Sidoarjo – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Tulangan 2025–2045 diminta tidak sekadar menjadi pedoman pembangunan. Dokumen tersebut juga harus mampu menjaga identitas kawasan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan investor.

Pesan itu disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih saat menghadiri sosialisasi RDTR WP Tulangan yang diselenggarakan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Luminor, Kamis (30/7/2026). Sosialisasi diikuti seluruh kepala desa se-Kecamatan Tulangan.

Abdillah Nasih menegaskan, kepastian tata ruang akan memudahkan pelaku usaha memahami kawasan yang dapat dimanfaatkan maupun yang harus dilindungi. Dengan demikian, potensi pelanggaran pemanfaatan ruang dapat diminimalkan.

“Pelaku usaha membutuhkan kepastian mengenai kawasan yang diperbolehkan dan yang dibatasi untuk kegiatan tertentu. Dengan begitu, investasi bisa berjalan sesuai aturan,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Politikus PKB itu mengingatkan agar penyusunan RDTR tidak mengesampingkan karakteristik lokal yang menjadi kekuatan Tulangan. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki berbagai aset sejarah dan budaya yang layak dipertahankan di tengah pesatnya pembangunan.

Keberadaan makam Mbah Jaelani, bangunan bersejarah, pabrik gula, hingga pondok-pondok pesantren tua dinilai sebagai identitas kawasan yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan tata ruang. Selain itu, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu memperoleh ruang yang memadai agar terus berkembang sebagai penopang ekonomi masyarakat.

“Keunikan Tulangan harus menjadi bagian dari arah pembangunan sehingga wilayah ini bisa tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya,” tegas Nasih.

Sementara itu, Kepala Dinas P2CKTR Kabupaten Sidoarjo M. Bachruni Aryawan menjelaskan, sosialisasi kepada seluruh kepala desa bertujuan menyamakan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai arah pemanfaatan ruang di Kecamatan Tulangan.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Ia mengatakan, RDTR akan menjadi acuan dalam pengaturan kawasan permukiman, perdagangan, jasa, perkantoran, hingga industri. Dokumen tersebut juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian pembangunan agar pemanfaatan ruang tetap sesuai ketentuan.

“RDTR juga akan mempermudah masyarakat maupun pelaku usaha dalam mengurus perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dengan kepastian zonasi, proses perizinan diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan terarah,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig dan Camat Tulangan Moch. Andi Sulistiono.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp