Dua RSUD Jatim Sabet WBBM 2025, Gubernur Khofifah Dorong Pelayanan Kesehatan Transparan

- Publisher

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DigitalJatim.com – Dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dan RSUD Dr. Soedono Madiun, resmi meraih predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Capaian predikat tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang transformasi budaya kerja yang terus diperkuat di seluruh perangkat daerah, khususnya di sektor pelayanan dasar seperti kesehatan.

“Predikat ini bukan tujuan akhir, tetapi milestone dari proses panjang membangun birokrasi yang berintegritas. Kita ingin memastikan bahwa reformasi birokrasi benar-benar menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih pasti bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sektor kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis karena menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat. Oleh sebab itu, integritas dalam tata kelola rumah sakit menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan berkeadilan.

“Rumah sakit adalah representasi paling nyata kehadiran negara. Ketika tata kelolanya bersih dan sistemnya kuat, maka masyarakat akan merasakan pelayanan yang bermutu, akuntabel, dan manusiawi,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan bahwa capaian dua RSUD tersebut semakin memperkuat konsistensi Pemprov Jawa Timur dalam pembangunan Zona Integritas.

Lebih lanjut, hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 10 unit kerja di lingkungan Pemprov Jatim telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 2 unit kerja meraih predikat WBBM. Selain itu, 100 persen perangkat daerah dan unit kerja telah mencanangkan pembangunan Zona Integritas.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Capaian ini menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi di Jawa Timur dilaksanakan secara menyeluruh dan terintegrasi, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

“Reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan indikator administratif. Ukurannya adalah dampak. Apakah masyarakat lebih mudah mengakses layanan? Apakah prosedur lebih sederhana? Apakah anggaran dikelola lebih akuntabel? Itu yang terus kita kawal,” tegasnya.

Khofifah pun menambahkan, integritas, akuntabilitas, dan orientasi hasil harus menjadi napas dalam setiap lini pelayanan publik di Jawa Timur.

“Kita ingin setiap rupiah anggaran dikelola secara bertanggung jawab dan setiap layanan publik memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Inilah esensi reformasi birokrasi,” katanya.

Sementara itu, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan strategi utama dalam membangun budaya kerja berintegritas di instansi pemerintah. Reformasi birokrasi, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan terpercaya.

“Pada tahun 2025, sebanyak 297 instansi pemerintah dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan Zona Integritas, dan 133 unit kerja berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan/atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” jelasnya.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi energi kolektif untuk terus memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional Versi SCImago 2026
Pemadaman Listrik di Jatim Jadi Sorotan, Puguh DPRD Minta Rumah Sakit Diprioritaskan
Puguh Wiji Pamungkas Raih Maklumat Award 2026, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Akses Kesehatan Warga Jatim
Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC, Lilik Hendarwati Minta Warga Tidak Panik
Dokter Benjamin DPRD Jatim Prihatin, 7.129 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Sidoarjo dalam Tiga Bulan
Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Naik Signifikan, Ketua Komisi D DPRD Dorong Pemetaan Wilayah Rawan dan Skrining Massal
KRIS BPJS Jadi Perhatian Publik, Suli Da’im Minta Warga Tidak Cemas Soal Iuran dan Hak Pelayanan
Ancaman Hantavirus di Jawa Timur Kian Serius, dr. Benjamin DPRD Ungkap Dua Profil Mematikan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:37 WIB

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional Versi SCImago 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pemadaman Listrik di Jatim Jadi Sorotan, Puguh DPRD Minta Rumah Sakit Diprioritaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:37 WIB

Puguh Wiji Pamungkas Raih Maklumat Award 2026, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Akses Kesehatan Warga Jatim

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:05 WIB

Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC, Lilik Hendarwati Minta Warga Tidak Panik

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:18 WIB

Dokter Benjamin DPRD Jatim Prihatin, 7.129 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Sidoarjo dalam Tiga Bulan

Berita Terbaru