Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Cek Langsung Kesehatan Sapi Kurban di Bojonegoro

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang Idul Adha, Khofifah Cek Langsung Kesehatan Sapi Kurban di Bojonegoro. (Foto : Adpim For DigitalJatim)

Jelang Idul Adha, Khofifah Cek Langsung Kesehatan Sapi Kurban di Bojonegoro. (Foto : Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus melakukan pengecekan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kali ini, ia turun langsung ke sentra peternak sapi  hewan kurban milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni , Wakil Bupati Bojonegoro Nurul serta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani meninjau langsung sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang dikenal memiliki kualitas daging baik serta bobot optimal untuk hewan kurban.

Selain melakukan pengecekan kondisi ternak, Gubernur Khofifah juga berdialog langsung dengan peternak dan pengepul guna menyerap berbagai aspirasi di lapangan, termasuk terkait distribusi ternak dan pengawasan kesehatan hewan.

“Kita terus berkomitmen memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pengawasan kesehatan hewan serta tata kelola distribusi harus terus diperkuat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Menurut Khofifah, langkah pengawasan menjadi semakin penting mengingat lalu lintas ternak menjelang Idul Adha mengalami peningkatan cukup signifikan, baik antar kecamatan, antar kabupaten, maupun pengiriman ke luar daerah.

Ia menjelaskan, berbagai upaya pengendalian penyakit hewan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya melalui program vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengawasan kesehatan ternak oleh dokter hewan berwenang.

“Alhamdulillah dengan adanya vaksin gratis, PMK pada hewan kurban sangat berkurang, permintaan hewan kurban bahkan hingga Jabodetabek hingga Kalimantan, maka harus tetap ada pengawasan dari dokter hewan,” katanya.

BACA JUGA  Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Khofifah menambahkan, setiap ternak yang dilalulintaskan wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bentuk pengawasan dan jaminan keamanan bagi masyarakat.

“Kita pastikan ternak yang dilalu lintaskan sehat. Ini kan lalu lintas ternak padat sekali dua hari sebelum Idul Adha, sehingga kita melakukan pengawasan pergerakan ternak dari Kabupaten ke kabupaten lainnya, dari kecamatan ke kecamatan lainnya,” tegasnya.

“Kita kontrol, kita awasi melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari ternak yang akan dilalulintaskan melalui dokter hewan yang berwenang. Besok akan segera pengiriman ke masjid, InsyaAllah berjalan dengan lancar,” terangnya melanjutkan.

Tak hanya memastikan kesehatan ternak, Khofifah juga mendorong para peternak agar terus meningkatkan kualitas produksi dan memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai peluang meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan.

“Kita ingin peternak tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga naik kelas, memiliki daya tawar, dan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban tahun ini memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan, khususnya dari sisi harga dan penyerapan pasar.

“H-1 jelang pengiriman hewan kurban ke masjid, animo saudara kita yang akan melaksanakan ibadah kurban luar biasa. Peternak pada posisi bahagia karena harganya lebih baik daripada tahun lalu. Permintaan cukup bagus, ketersediaan juga cukup sehingga Jatim aman. Untuk stok, kita lebih surplus,” kata Indi, sapaan karib Kepala Dinas Peternakan Jatim.

Lebih lanjut, Indi berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut sehingga Jawa Timur mampu mempertahankan posisinya sebagai lumbung ternak nasional.

“Semoga ke depan peternak tetap jaya dan Jatim bisa tetap mempertahankan menjadi lumbung ternak Indonesia. Karena saat ini, populasi hewan ternak tertinggi di Indonesia, Jatim masih menjadi tumpuan nasional,” harapnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar

Di sisi lain, pengepul hewan kurban H. Wariyanto mengaku bersyukur karena sebagian besar ternak miliknya telah terserap pasar hingga ke berbagai daerah di Jawa Timur.

“Di sini ada sekitar 90 ekor sapi dan alhamdulillah sebagian besar sudah terjual hingga Jombang, Kediri, bahkan Surabaya,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap para peternak dan pengepul hewan kurban, khususnya melalui program vaksinasi dan dukungan kesehatan ternak.

“Maturnuwun sanget. Kehadiran Ibu Gubernur membuat masyarakat dan peternak semakin semangat. Ibu Khofifah sangat perhatian kepada peternak dan pengepul, vaksin gratis, vitamin untuk sapi juga gratis, sehingga sapi-sapi sehat semua,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp