Dari Keterbatasan ke Prestasi, Elpanta Tarigan Raih Beasiswa S2 di Wisuda UNESA ke-119

- Publisher

Rabu, 29 April 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulusan Pendidikan Luar Biasa Berprestasi Elpanta Tarigan (Foto: Istimewa).

Lulusan Pendidikan Luar Biasa Berprestasi Elpanta Tarigan (Foto: Istimewa).

Surabaya – Momen wisuda ke-119 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (29/4/2026), tak sekadar seremoni akademik. Di balik toga yang dikenakan ratusan lulusan, terselip kisah inspiratif dari Elpanta Tarigan, S.Pd.

Lulusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) itu merupakan penyandang tunanetra. Namun, keterbatasan penglihatan tak menghalanginya menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Elpanta mengaku mengalami tunanetra sejak usia 12 tahun. Kondisi tersebut sempat membuatnya terpuruk. Beruntung, dukungan keluarga dan lingkungan menjadi titik balik dalam hidupnya.

“Awalnya memang berat. Tapi saya percaya selalu ada jalan terbaik. Dukungan orang-orang sekitar membuat saya bisa terus melangkah,” ujarnya.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari sekolah luar biasa di Medan. Dia kemudian merantau ke Surabaya untuk melanjutkan studi di UNESA. Adaptasi budaya sempat menjadi tantangan, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi sosial.

Meski begitu, dia merasakan atmosfer inklusif di lingkungan kampus maupun masyarakat Surabaya. Menurutnya, penerimaan masyarakat menjadi faktor penting bagi penyandang disabilitas.

“Di kampus dan di Surabaya, saya merasa diterima. Banyak yang menawarkan bantuan. Inklusivitas itu bukan hanya soal fasilitas, tapi juga sikap,” jelasnya.

Di bidang akademik, Elpanta menuntaskan skripsi berjudul Peran Persatuan Tunanetra Indonesia dalam Peningkatan Keterampilan Sosial Tunanetra. Penelitian itu mengulas kontribusi organisasi dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas.

Menariknya, skripsi tersebut diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar empat bulan, dengan memanfaatkan teknologi pembaca layar di laptop.

Tak hanya berprestasi di bangku kuliah, Elpanta juga aktif sebagai atlet catur tunanetra. Dia telah mengikuti berbagai kejuaraan, mulai tingkat kota hingga nasional.

Prestasi lain juga ditorehkannya. Di antaranya, juara 1 lempar lembing tunanetra tingkat provinsi serta medali emas tolak peluru pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar.

BACA JUGA  Mengisi Usia dengan Karya dan Kebermanfaatan

Atas capaian itu, Elpanta mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi magister (S2). Dia berencana tetap fokus di bidang pendidikan inklusi.

“Saya ingin mendalami konsep inklusi. Bukan hanya fasilitas, tapi bagaimana masyarakat bisa menerima dan berinteraksi,” katanya.

Ke depan, dia bercita-cita kembali ke kampung halamannya di Medan. Dia ingin berkontribusi sebagai pendidik dan mengembangkan pendidikan luar biasa di Sumatera Utara.

Selain itu, Elpanta juga berencana kembali aktif di dunia olahraga setelah sempat vakum demi menyelesaikan studi.

Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan tekad dan dukungan, Elpanta mampu membuktikan diri—sekaligus menginspirasi banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Fraksi PKB DPRD Jatim Kawal Perda Disabilitas, Hikmah Bafaqih: Penganggaran Harus Dimulai Sejak KUA-PPAS
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK
Gubernur Khofifah Tegaskan Peserta Lolos SPMB Jatim Wajib Daftar Ulang
Gubernur Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jawa Timur di Hadapan Ratusan Dosen Muda Peserta Latsar CPNS

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Senin, 6 Juli 2026 - 23:07 WIB

Fraksi PKB DPRD Jatim Kawal Perda Disabilitas, Hikmah Bafaqih: Penganggaran Harus Dimulai Sejak KUA-PPAS

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:53 WIB

KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB