Hadiri Haul Ponpes Bumi Sholawat, Gubernur Khofifah Dorong Pesantren Jadi Motor Pemberdayaan Umat

Belum ada data penulis & editor

- Author

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Adpim For DigitalJatim.com)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Adpim For DigitalJatim.com)

DigitalJatim.com  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo, Senin (9/2/2026) malam.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah yang memadati area pesantren dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat dalam mengembangkan pendidikan kualitas internasional , dakwah Islam  rahmatan lil ‘alamin sekaligus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi  masyarakat.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengabdian sosial dan ekonomi serta  pembentukan karakter umat yang memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Haul dan Harlah ini bukan sekadar momentum mengenang para masyayikh dan pendiri pesantren, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta komitmen dalam membangun peradaban yang berakhlakul karimah,” tutur Khofifah.

Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kesholehan  sosial. Peran tersebut sejalan dengan visi pembangunan Jawa Timur yang menempatkan religiusitas dan kebudayaan sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Pesantren seperti Bumi Sholawat ini menjadi penjalin sinergi antara ilmu, akhlak, dan pengabdian. Inilah kekuatan pesantren yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya peran santri dan alumni pesantren dalam menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital dan globalisasi, tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaan.

Ia meyakini bahwa nilai-nilai pesantren menjadi bekal penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat ketahanan bangsa. Melalui peringatan Haul dan Harlah ini, ia berharap Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat semakin kokoh sebagai pusat dakwah yang menyejukkan, pusat pendidikan yang mencerahkan, serta pusat gerakan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar

“Semoga para masyayikh yang telah dipanggil keharibaan Allah SWT  mendapatkan tempat terbaik dan mulia  di sisi Allah SWT, dan Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat terus istiqamah melahirkan generasi yang alim, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Syech Yusri Al Hasani dari Mesir juga memberikan taushiyah  terkait pentingnya belajar ilmu al qur’an dan mengajarkannya kembali kepada masyarakat. Juga Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya juga sempat memberikan mauidhoh hasanah bagi seluruh jamaah yang hadir. Dalam nasihatnya, Habib Luthfi menegaskan bahwa haul pada hakikatnya merupakan momentum untuk meneguhkan ketaatan kepada orang tua.

Bakti kepada orang tua, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan dan pelayanan semasa hidup, tetapi juga melalui doa yang terus dipanjatkan setelah wafat.

Habib Luthfi juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri. Beliau  menekankan bahwa jika seorang santri ingin menjadi ulama besar, maka kuncinya hanya ada dua, yakni taat kepada kedua orang tua dan taat kepada para guru. Dua bentuk ketaatan tersebut menjadi pintu utama keberkahan ilmu dan kekuatan dalam perjalanan keilmuan.

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp