Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertakziah ke rumah keluarga Imam Soeparno, warga Surabaya yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu.
Khofifah datang bersama Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim. Ia menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum di Jalan Sememi Jaya Gang 4 Nomor 62 RT 03/RW 01, Kelurahan Benowo, Kecamatan Sememi, Surabaya.
Kedatangan Khofifah disambut keluarga almarhum. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga yang tengah berduka.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Khofifah mendoakan agar seluruh dosa dan kekhilafan almarhum diampuni Allah SWT serta amal ibadahnya diterima.
“Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Amin,” ujarnya.
Khofifah mengatakan investigasi terkait kecelakaan laut tersebut masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi dan faktor penyebab kecelakaan.
Di sisi lain, Pemprov Jatim terus melakukan pendataan serta pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban musibah KM Virgo.
“Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban,” jelasnya.
Menurut Khofifah, jajaran Pemprov Jatim akan mendatangi sejumlah daerah tempat keluarga korban tinggal. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang sedang berduka.
Khofifah juga berharap proses pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung dapat berjalan lancar serta memberikan kepastian kepada keluarga penumpang KM Virgo.
“Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu,” tuturnya.
Selain memberikan santunan, Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum, termasuk dalam keberlanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
Khofifah menyebut terdapat dua cucu almarhum yang masih membutuhkan akses pendidikan, yakni Rafha Ivander Adinata (17) dan Rakha Putra Novianto (19).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menawarkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
“Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” katanya.
Khofifah mengatakan kedua anak tersebut akan diarahkan ke SRT yang berada di Surabaya karena berdomisili di Kota Surabaya.
“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga membuka akses penguatan ekonomi bagi keluarga almarhum melalui Baznas Jatim. Khofifah mengatakan keluarga dapat mengakses bantuan usaha, termasuk rombong dan program zakat untuk menambah sumber pendapatan keluarga.
“Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya,” jelas Khofifah.
Ia menegaskan kunjungan tersebut tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa. Pemerintah juga berupaya memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi.
“Jadi saya rasa yang kita silaturahimkan pada hari ini cukup banyak. Selain kami melakukan takziah, kami juga berupaya memastikan ada pendampingan untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Elvira, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Khofifah.
Ia mengatakan adik-adiknya mendapat bantuan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami, terima kasih banyak atas bantuannya. Adik-adik saya mau dimasukkan ke sekolah yang layak, karena sebelumnya kan tinggal jauh dari orang tua,” kata Elvira.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat