Gubernur Khofifah Resmi Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Budaya Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif Mendunia

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Jalan Veteran, Taman Blambangan, Banyuwangi.(dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Jalan Veteran, Taman Blambangan, Banyuwangi.(dok. Humas Pemprov)

Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Jalan Veteran, Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Menurut Khofifah, BEC menjadi bukti budaya lokal mampu menembus panggung global melalui kreativitas dan inovasi.

Pembukaan BEC turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia Zita Anjani. Ribuan masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara memadati lokasi untuk menyaksikan karnaval budaya tahunan tersebut.

Khofifah mengatakan BEC telah berkembang menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang memadukan tradisi, kreativitas, dan inovasi dalam satu pertunjukan.

“Kita bisa melihat semangat from local to global begitu kental disajikan dalam kekuatan budaya, inovasi, dan kreativitas masyarakat Banyuwangi yang dikemas lewat Banyuwangi Ethno Carnival,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, BEC juga menjadi contoh kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, budayawan, seniman, hingga media.

“Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat seluruh institusi pentahelix di Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini, BEC memasuki penyelenggaraan ke-14 dengan mengusung tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”. Tema tersebut mengangkat kisah sejarah Perang Bayu sebagai simbol keberanian, keteguhan, pengorbanan, dan semangat menjaga martabat budaya.

Khofifah menilai sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber nilai bagi generasi masa kini.

“Sejarah bukan hanya kumpulan peristiwa masa lalu. Sejarah merupakan sumber nilai yang membantu kita memahami siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan ke arah mana kita akan melangkah,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat terus melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya melalui karya kreatif. Menurutnya, setiap kostum, musik, hingga koreografi dalam BEC lahir dari proses riset, keterampilan, dan kreativitas para seniman.

BACA JUGA  Rahayu Saraswati DPR RI Kagum Jember Fashion Carnaval, Kreativitas Anak Bangsa Jadi Sorotan Dunia

“Inilah kekuatan ekonomi kreatif. Warisan sejarah dan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diolah menjadi karya yang bernilai edukasi, estetika, sosial, dan ekonomi,” katanya.

Khofifah menambahkan penyelenggaraan BEC juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Manfaatnya dirasakan pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, jasa perjalanan, fotografer, desainer, hingga berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Ia berharap BEC terus menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mengangkat posisi Banyuwangi dan Jawa Timur sebagai destinasi budaya unggulan di Indonesia.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, aman, dan terus memberikan inspirasi bagi kemajuan budaya dan peradaban dari Banyuwangi untuk Indonesia dan dunia,” ucapnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, panitia, seniman, budayawan, komunitas, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan BEC 2026.

“Semoga Banyuwangi terus melejit, terus berkemajuan, dan para pelaku industri kreatif semakin mampu membangun sinergi from local to global melalui Banyuwangi Ethno Carnival,” tutupnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia Zita Anjani menilai Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi rujukan penyelenggaraan festival budaya di Indonesia.

“Ini merupakan contoh sekaligus arah kompas ketika kita ingin menyelenggarakan event karnaval. Banyuwangi adalah kiblatnya. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahayu Saraswati DPR RI Kagum Jember Fashion Carnaval, Kreativitas Anak Bangsa Jadi Sorotan Dunia
Di Hadapan Forum Pamong Kebudayaan, Puguh DPRD Jatim Tegaskan Pentingnya Regulasi Adat
Maknai Tahun Baru Jawa, Irmawati Subagio Lestarikan Tradisi Ziarah Leluhur Trah Hamengkubuwono III
Puguh DPRD Jatim Salurkan Dana Aspirasi untuk Jaga Eksistensi Budaya
Apresiasi Keberangkatan NAAT ke Malaysia, Gus Firman : Selamat Berbagi Warisan Spiritual Leluhur
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:56 WIB

Rahayu Saraswati DPR RI Kagum Jember Fashion Carnaval, Kreativitas Anak Bangsa Jadi Sorotan Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:38 WIB

Gubernur Khofifah Resmi Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Budaya Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif Mendunia

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:08 WIB

Di Hadapan Forum Pamong Kebudayaan, Puguh DPRD Jatim Tegaskan Pentingnya Regulasi Adat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:53 WIB

Maknai Tahun Baru Jawa, Irmawati Subagio Lestarikan Tradisi Ziarah Leluhur Trah Hamengkubuwono III

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:06 WIB

Puguh DPRD Jatim Salurkan Dana Aspirasi untuk Jaga Eksistensi Budaya

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp