Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Stabil, Langsung Cek Pasar Legi Ponorogo

Editor Yoyok

- Author

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menijau cek langsung harga kebutuhan pokok sekaligus dialog di Pasar Legi. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menijau cek langsung harga kebutuhan pokok sekaligus dialog di Pasar Legi. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Editor: Yoyok

Ponorogo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo, Minggu lalu. Hal ini untuk memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap stabil pasca Idul Fitri 1447 Hijriah. Hasilnya, harga sejumlah komoditas terpantau terkendali, bahkan sebagian mengalami penurunan.

Peninjauan dilakukan bersama Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, dengan menyasar sejumlah lapak pedagang dan berdialog langsung dengan penjual maupun pembeli.

Dalam peninjauan ini, Gubernur Khofifah berdialog langsung dengan beberapa pedagang dan pembeli di Pasar Legi. Ia pun mendapatkan kepastian bahwa stabilitas harga serta pasokan bahan pokok tetap aman pada Bulan Syawal ini.

“Syawal ini kita ingin memastikan bahwa stabilisasi distribusi sembako aman dan lancar. Dan saya rasa di Pasar Legi Ponorogo ini dari yang saya tanya distribusinya lancar, harga cenderung stabil bahkan turun. Kalau harga daging ayam  turunnya agak signifikan, daging juga turun, sementara harga beras stabil,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi terkendali. Cabai rawit berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram, cabai besar Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp27.000 – Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp22.000 – Rp25.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas pangan utama, telur ayam berada di kisaran Rp27.000 – Rp30.000 per kilogram. Harga beras juga relatif stabil, dengan beras SPHP sekitar Rp57.000 per 5 kilogram, beras medium Rp12.800 – Rp13.000 per kilogram, dan beras premium Rp14.700 – Rp15.000 per kilogram. Adapun gula pasir berkisar Rp12.000 – Rp16.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras berkisar Rp36.000 – Rp38.000 per kilogram, ayam kampung sekitar Rp128.000 per ekor, dan daging sapi sekitar Rp130.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tercatat Rp15.500 per liter, sementara minyak goreng kemasan sekitar Rp19.000 per liter.

BACA JUGA  Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Komoditas hortikultura lainnya juga relatif stabil, seperti kentang Rp15.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, tomat Rp3.000 per kilogram, serta garam Rp7.000 per kilogram.

“Beras, daging ayam, hingga minyak goreng di sini berada di bawah HET. Kami minta monitoring dan pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan harga di luar ketentuan,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah turut mengapresiasi peran berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga, termasuk kontribusi Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan beras program pemerintah.

“Saya bersyukur bahwa beras SPHP menjelang Idulfitri di sini Rp57.000 per 5 kg. Ini menunjukkan peran Bulog sangat signifikan, terima kasih Bulog Ponorogo. Minyak kita juga terkonfirmasi distribusinya lancar dan harganya di bawah HET,” ungkapnya.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Berbagai langkah strategis seperti operasi pasar, kelancaran distribusi, serta penguatan cadangan pangan terus dioptimalkan.

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. Distribusi harus lancar dan stok harus cukup,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi para pedagang yang tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan barang. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku pasar dapat terus terjalin kuat demi menjaga daya beli masyarakat.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga secara berkala serta segera mengambil langkah intervensi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Jawa Timur, termasuk di Ponorogo, tetap tenang karena kebutuhan pokok tersedia dan harga tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, di sela peninjauan tersebut Gubernur Khofifah menyerahkan paket sembako kepada para tukang becak dan buruh angkut di sekitar Pasar Legi Ponorogo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di momentum Syawal.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp