Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Mabes Polri, Polda Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur, para purnawirawan Polri, serta ratusan personel Polri.
Gubernur Khofifah mengatakan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu kepolisian dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat Hari Juang Polri adalah semangat untuk terus mengabdi. Perjuangan para pendahulu Polri mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” katanya dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Gubernur Khofifah, semangat tersebut harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Polri harus hadir memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat, responsif dan humanis kepada masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga mengajak jajaran Polri meneladani semangat pengabdian Pahlawan Nasional Moehammad Jasin. Menurutnya, keberanian dan pengabdian M. Jasin masih relevan bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas.
“Beliau mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.
M. Jasin memiliki posisi penting dalam sejarah Hari Juang Polri. Pada 21 Agustus 1945, saat menjabat Komandan Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa Surabaya, M. Jasin menyatakan kesatuan tersebut telah menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pernyataan itu kemudian diikuti ajakan kepada anggota Polisi Istimewa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melucuti senjata tentara Jepang. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Polri dan kemudian diperingati sebagai Hari Juang Polri setiap 21 Agustus.
Pengabdian M. Jasin berlanjut. Pada 1946, ketika menjabat Kepala Kepolisian Karesidenan Malang, ia mendapat tugas dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo untuk membentuk Brigade Mobil (Brimob), yang kemudian menjadi cikal bakal Korps Brimob Polri.
“Karena itu, M. Jasin bukan hanya bagian dari sejarah Hari Juang Polri, tetapi juga memiliki jasa besar dalam perjalanan Brimob. Semangat dan pengabdiannya patut terus dikenalkan kepada generasi penerus Polri,” kata Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai mengenang M. Jasin bukan sekadar mengingat sejarah. Nilai perjuangannya harus diteruskan dalam bentuk pengabdian nyata sesuai tantangan zaman.
“Kalau kita memperingati Hari Juang Polri setiap 21 Agustus, maka semangat perjuangan M. Jasin juga harus terus kita hidupkan. Bukan hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi diteladani melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas daerah.
Ia berharap semangat Hari Juang Polri 2026 dapat terus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Selamat Hari Juang Polri 2026. Mari terus meneladani semangat pengabdian para pendahulu, khususnya M. Jasin, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, saat memimpin upacara, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membacakan naskah Proklamasi Polisi di atas podium di hadapan peserta upacara.
“Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia. Surabaya, 21 Agustus 1945. Atas nama seluruh warga polisi, Mohamad Yasin, Inspektur Polisi Kelas I,” ucap Listyo saat membacakan naskah tersebut.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful