Malang – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya Puguh Wiji Pamungkas menilai Kabupaten Malang memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru melalui pengembangan desa wisata. Menurutnya, potensi tersebut dinilai sangat besar karena banyak desa di wilayah ini memiliki daya tarik wisata alam, budaya, hingga produk ekonomi kreatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tercatat lebih dari 390 desa di Kabupaten Malang memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan.
“Jumlah ini menunjukkan bahwa Malang memiliki potensi yang luar biasa. Jika dikelola secara optimal, desa wisata bisa menjadi basis ekosistem ekonomi baru bagi daerah,” ujar Puguh, Selasa (10/3/2026).
Menurut Puguh, pengembangan desa wisata tidak hanya berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Aktivitas ekonomi yang muncul bisa beragam, mulai dari kuliner lokal, homestay, hingga produk ekonomi kreatif berbasis masyarakat,” jelasnya.
Ia memperkirakan jika potensi desa wisata tersebut dikelola secara maksimal, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat mencapai Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun per tahun.
“Nilai itu berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang terhubung dengan sektor pariwisata, seperti tiket masuk destinasi wisata, penjualan kuliner khas, jasa penginapan berbasis homestay, hingga produk kerajinan masyarakat. Ini bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal yang tidak mudah,” kata anggota Komisi E DPRD Jawa Timur.
Puguh juga menyebut sektor wisata telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pada 2025, penerimaan pajak hiburan dari sektor wisata di Kabupaten Malang tercatat mencapai Rp7,9 miliar, mendekati target Rp8,02 miliar,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai pengembangan desa wisata membutuhkan strategi yang terarah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain penguatan infrastruktur menuju desa wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan produk wisata yang lebih beragam.
“Malang memiliki potensi wisata alam seperti pantai, gunung, dan air terjun, juga kekayaan budaya dan kuliner khas. Semua itu bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat jika dikelola secara serius,” imbuh Puguh.
Puguh menambahkan, pengembangan desa wisata juga perlu didukung model bisnis berbasis komunitas, sehingga masyarakat desa menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi pariwisata.
Di sisi lain, Puguh mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Malang, seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, serta potensi komersialisasi budaya.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi guna memperkuat ekosistem desa wisata.
“Desa wisata bukan sekadar destinasi, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Jika dikelola dengan baik, desa wisata akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











