Di Malang, Gubernur Khofifah Serahkan 46 Sertifikat WBTB 2025 dan Ganjar 20 Juru Pelihara Cagar Budaya

Penulis Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 23 Februari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para seniman budaya di Taman Krida Budaya Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para seniman budaya di Taman Krida Budaya Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Penulis: Syaiful Hidayat

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan apresiasi kepada 100 seniman dan pelaku budaya, tunjangan kehormatan kepada 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, serta 46 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia Tahun 2025 dalam kegiatan yang digelar di Taman Krida Budaya Malang, Minggu (22/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Takjil Ramadhan yang berlangsung pada 18 Februari hingga 17 Maret 2026 dan diikuti 250 stan UMKM dari wilayah Malang Raya. Momentum ini memperlihatkan sinergi antara penguatan ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya yang terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menegaskan, Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh identitas budaya daerah.

“Ekonomi rakyat harus terus bergerak dan budaya harus terus hidup. Keduanya adalah fondasi penting dalam membangun Jawa Timur yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Terkait apresiasi kepada 100 perwakilan seniman atau pelaku budaya, pengharaan itu diberikan untuk berbagai cabang seni tradisi. Antara lain, Seni Topeng, Tari, Ludruk, Bantengan, Jaranan, dan seni tradisi lainnya. Masing-masing menerima apresiasi sebesar Rp1.000.000.

Selain itu, Tunjangan Kehormatan juga diserahkan kepada 20 Juru Pelihara Cagar Budaya yang selama ini merawat masjid kuno, candi, serta berbagai situs peninggalan sejarah di Jawa Timur. Masing-masing menerima tali asih sebesar Rp 1.500.000 sebagai bentuk dukungan atas peran strategis mereka dalam menjaga warisan sejarah dan identitas daerah.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan 46 Sertifikat WBTB Indonesia Tahun 2025 dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selanjutnya diserahkan kepada para Bupati dan Wali Kota penerima.

BACA JUGA  Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Ke-46 WBTB tersebut meliputi berbagai ekspresi budaya, seni pertunjukan, tradisi, dan kuliner khas dari kabupaten/kota di Jawa Timur, antara lain Batik Ghentongan Tanjung Bumi (Kabupaten Bangkalan), Angklung Banyuwangi (Kabupaten Banyuwangi), Oklik (Kabupaten Bojonegoro).

Lebih lanjut, Kupat Keteg (Kabupaten Gresik), Sego Boran (Kabupaten Lamongan), Labuhan Sarangan (Kabupaten Magetan), Bantengan Lereng Semeru (Kabupaten Malang), Wayang Krucil Sriguwak (Kabupaten Ngawi), Kaweng Tengger (Kabupaten Pasuruan), Tari Gambuh Sumenep (Kabupaten Sumenep).

Kemudian juga ada Batik Tenun Gedhog Tuban (Kabupaten Tuban), Jaranan Sentherewe (Kabupaten Tulungagung), Seni Sanduk (Kota Batu), Tahu Takwa (Kota Kediri), Ketan Kratok (Kota Probolinggo), hingga Lontong Balap (Kota Surabaya).

Khofifah menegaskan bahwa penetapan WBTB bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah untuk memastikan praktik budaya tersebut tetap lestari, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Warisan budaya harus terus tumbuh dan memberi manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan pembangunan Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari menyampaikan bahwa sepanjang tahun ini Pemprov Jatim memberikan apresiasi kepada total 640 orang, terdiri dari 500 pelaku budaya/seniman dan 100 Juru Pelihara Cagar Budaya. Pada kesempatan tersebut secara simbolis diserahkan kepada 100 pelaku budaya dan 20 juru pelihara.

Menurutnya, besaran apresiasi tahun ini juga meningkat dibanding tahun sebelumnya sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka menjaga khazanah budaya Jawa Timur.

“Tahun ini besarannya meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi wujud perhatian dan keberpihakan Ibu Gubernur terhadap para pegiat budaya di Jawa Timur,” katanya.

“Matur nuwun Ibu Gubernur Khofifah, atas nama para pelaku budaya kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan komitmen yang terus diberikan untuk menjaga dan memajukan kebudayaan Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp