Di Kediri, Khofifah Salurkan Bantuan Rp16,6 Miliar untuk Penguatan Ekonomi dan Desa

Penulis Syaiful
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah bersama siswa Sekolah Rakyat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.(Foto: Adpim For digitalJatim)

Gubernur Khofifah bersama siswa Sekolah Rakyat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.(Foto: Adpim For digitalJatim)

Penulis: SyaifulEditor: Yoyok

Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melanjutkan rangkaian kegiatan Sapa Bansos 2026 dengan menyalurkan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri. Kegiatan digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Toha. Total bantuan dan tali asih yang disalurkan sebesar Rp16.616.779.000 terdiri dari untuk Kabupaten Kediri senilai Rp15.061.879.000 dan Kota Kediri senilai Rp1.554.900.000.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kegiatan Sapa Bansos merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

“Ini sapa bansos ketujuh yang disalurkan di tahun 2026. Ada bantalan sosial sifatnya charity untuk kateogori vulnerable group atau kelompok rentan mulai disabilitas berat dan lansia kurang mampu, kita menyampaikan asistensi sosial serta PKH Plus,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, terdapat pula program yang bersifat penguatan ekonomi seperti KIP  Jawara untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan zakat produktif, serta program pemberdayaan desa.

“Ada juga program untuk KIP Jawara pengentasan kemiskinan ekstrem dan zakat produktif. Jadi sifatnya bantalan ekonomi. Ada juga yang sifatnya penguatan dan pemberdayaan di tingkat desa,” imbuhnya.

Di Kabupaten Kediri total bantuan yang disalurkan mencapai Rp15.061.879.000, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp5,577 miliar, yang menyasar Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) sebanyak 1.988 keluarga, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 168 jiwa, bantuan KIP PPKS Jawara, serta Bantuan Operasional dan Tali Asih bagi 170 jiwa yang meliputi SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA.

Lebih lanjut, BUMD Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan zakat produktif senilai Rp25 juta bagi 50 penerima manfaat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan JLS dan Trans Jatim untuk Konektivitas Wilayah Selatan

Kemudian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur mengalokasikan bantuan sebesar Rp628 juta untuk program penguatan desa melalui program Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta BKK Kabupaten. Dilanjutkan pemberian Bantuan Keuangan Desa total sejumlah Rp2,4 Miliar.

Bantuan Keuangan Desa turut diberikan oleh sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas PUPRKCK Rp 430 juta, Dinas Lingkungan Hidup Rp 105 juta, Dinas Perhubungan Rp 262,8 juta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Rp 725 juta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp 150 juta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 4,1 miliar serta Dinas Perkebunan Rp 620 juta untuk 3 desa.

Sementara itu untuk masyarakat Kota Kediri bantuan diberikan sebesar Rp1.554.900.000. Bantuan tersebut meliputi bansos dari Dinsos Jatim dan zakat produktif dari BUMD Jatim.

Khusus bansos, nilai yang disalurkan mencapai Rp 1,529 miliar. Rinciannya meliputi PKH Plus sebesar Rp 970 juta, Bansos Kemiskinan Ekstrem Rp 187,5 juta, serta ASPD Rp 198 juta. Selain itu, bantuan pemberdayaan ekonomi melalui program KIP PPKS Jawara sebesar Rp 72 juta, dan BOP tali asih pilar sosial sebesar Rp 102,4 juta. Sementara itu, zakat produktif dari BUMD Jatim kembali disalurkan kepada 50 penerima manfaat senilai Rp 25 juta.

Menurut Khofifah, bantuan yang disalurkan tidak hanya berfungsi sebagai bantalan sosial, tetapi juga sebagai bantalan ekonomi yang bersifat komplementer terhadap program pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Ini jadi bagian dari komplementaritas dari apa yang dilakukan Pusat dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten atau Kota. Masing-masing punya program menurunkan kemiskinan dan penguatan ekonomi lewat UKM bisa dibangun dan dikembangkan,” jelasnya.

“Maka program dari Pemprov sifatnya komplementaritas dari program serupa atau yang memiliki keserupaan baik pusat atau Kabupaten Kota,” terangnya menambahkan.

Dalam setiap kegiatan Sapa Bansos, Khofifah juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan anak-anak Sekolah Rakyat. Ia menekankan pentingnya interaksi sosial dan penguatan karakter bagi para siswa, selain pembinaan akademik di asrama.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

“Di setiap Sapa Bansos, kita memaksimalkan juga untuk bersapa dengan anak-anak di Sekolah Rakyat. Saya rasa mereka selain diasramakan, harus ada program yang mereka juga saling berinteraksi dengan berbagai komunitas,” katanya.

“Kemarin kita di Banyuwangi Glenmore, kami ajak juga anak-anak untuk berproses. Sebelumnya di Mojokerto kita juga mengundang anak-anak SR (Sekolah Rakyat). Sekarang di Kediri. Harapannya mereka bisa tumbuh bersama dan meningkatkan seluruh academic achievement,” imbuhnya.

Khofifah berharap seluruh bantuan yang disalurkan, terlebih dalam momentum Bulan Suci Ramadan, dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Mudah mudahan ini jadi bagian dari amaliyah Ramadan kita. Artinya ada grafitasi dalam Sapa Bansos di bulan Ramadhan, kita niatkan sebagai amal kebaikan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menyampaikan bahwa kegiatan bansos dan tali asih ini merupakan ikhtiar berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kabupaten/kota.

“Ini adalah wujud kepedulian Ibu Gubernur hadir dalam mewujudkan masyarakat Jatim sejahtera dan juga meningkatkan kemandirian desa. Tidak hanya itu beliau juga menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi bagi UPT RSBL Dinsos Jatim untuk rehabilitasi ODGJ disini,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa juga mengungkapkan program pemberian bantuan sosial, tali asih pilar sosial merupakan wujud kepedulian bahwa pemerintah hadir memperhatikan dan berjalan bersama masyarakat.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur selalu hadir di tengah masyarakat Kediri. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami sebagai bentuk kepedulian bahwa Pemprov memperhatikan, peduli dan berjalan bersama masyarakat. InsyaAllah ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Jawa Timur,” tutur Maria.

“Bantuan ini sangat penting bagi masyarakat terlebih dibulan Ramadan dan menyambut Idu Fitri. Tentu ini akan meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp