Dari Balik Jeruji Menuju Mandiri, WBP Lapas Sidoarjo Ikuti Pelatihan Pembuatan Paving Blok dan Manajemen Usaha

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Balik Jeruji Menuju Mandiri, WBP Lapas Sidoarjo Ikuti Pelatihan Pembuatan Paving Blok dan Manajemen Usaha. (dok. Istimewa)

Dari Balik Jeruji Menuju Mandiri, WBP Lapas Sidoarjo Ikuti Pelatihan Pembuatan Paving Blok dan Manajemen Usaha. (dok. Istimewa)

Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kali ini, sebanyak 20 WBP mengikuti pelatihan pembuatan paving blok sekaligus manajemen usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah bebas.

Pelatihan berlangsung di Aula dan Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas serta mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Program ini merupakan kolaborasi antara Lapas Sidoarjo dengan kalangan akademisi untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan warga binaan. Selain membekali kemampuan teknis, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha agar keterampilan yang dimiliki dapat menjadi sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.

Perwakilan Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo mengatakan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran agar warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.

“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan sekaligus memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pengenalan bahan baku, komposisi campuran, proses pencetakan, hingga teknik pengeringan dan pengujian kualitas paving blok. Mereka juga memperoleh materi tentang manajemen usaha yang meliputi perhitungan biaya produksi, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis keterampilan.

Setelah menerima teori, para peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan paving blok. Didampingi petugas dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, warga binaan terlibat dalam setiap tahapan produksi, mulai dari mencampur bahan, menuangkan adonan ke cetakan, hingga proses penyelesaian produk.

BACA JUGA  Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai teknik produksi maupun peluang pemasaran paving blok sebagai usaha setelah menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan pembinaan kemandirian akan terus menjadi prioritas. Pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak agar program pembinaan semakin bervariasi dan berdampak nyata.

“Keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari berakhirnya masa pidana, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu bangkit, mandiri, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, kami akan terus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari penguatan program pembinaan yang sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Melalui bekal keterampilan dan pengetahuan berwirausaha, para WBP diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp