Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kali ini, sebanyak 20 WBP mengikuti pelatihan pembuatan paving blok sekaligus manajemen usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah bebas.
Pelatihan berlangsung di Aula dan Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas serta mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.
Program ini merupakan kolaborasi antara Lapas Sidoarjo dengan kalangan akademisi untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan warga binaan. Selain membekali kemampuan teknis, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha agar keterampilan yang dimiliki dapat menjadi sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.
Perwakilan Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo mengatakan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran agar warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.
“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan sekaligus memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pengenalan bahan baku, komposisi campuran, proses pencetakan, hingga teknik pengeringan dan pengujian kualitas paving blok. Mereka juga memperoleh materi tentang manajemen usaha yang meliputi perhitungan biaya produksi, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis keterampilan.
Setelah menerima teori, para peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan paving blok. Didampingi petugas dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, warga binaan terlibat dalam setiap tahapan produksi, mulai dari mencampur bahan, menuangkan adonan ke cetakan, hingga proses penyelesaian produk.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai teknik produksi maupun peluang pemasaran paving blok sebagai usaha setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan pembinaan kemandirian akan terus menjadi prioritas. Pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak agar program pembinaan semakin bervariasi dan berdampak nyata.
“Keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari berakhirnya masa pidana, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu bangkit, mandiri, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, kami akan terus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat,” katanya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari penguatan program pembinaan yang sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Melalui bekal keterampilan dan pengetahuan berwirausaha, para WBP diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -