Bang Rama Soroti Nasib Jukir Kota Surabaya, Minta Pengakuan Profesi hingga Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Editor Yoyok

- Author

Rabu, 8 April 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan DPW LIRA Jawa Timur Rama. (Foto: Istimewa)

Perwakilan DPW LIRA Jawa Timur Rama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Maraknya juru parkir (jukir) di kota Surabaya kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat seiring wacana penataan parkir dan digitalisasi sistem yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pelaku di lapangan.

Perwakilan DPW LIRA Jawa Timur Bang Rama menilai persoalan parkir tidak bisa dilihat secara sempit. Ia menyebut sektor parkir merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan yang telah lama tumbuh dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang, khususnya Jawa Timur dan Kota Surabaya.

“Munculnyas stigma premanisme dan kekerasan yang kerap dilekatkan pada juru parkir justru perlu dikaji ulang,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Pria akrab dipanggil Bang Rama mempertanyakan apakah penolakan terhadap digitalisasi benar-benar berasal dari juru parkir atau ada persoalan komunikasi antara pemerintah dan para pelaku di lapangan.

“Jukir saat ini sudah semakin memahami kondisi dan memiliki tuntutan yang cukup jelas,” kata dia.

Ia pun menjelaskan, terdapat tiga poin utama yang menjadi aspirasi para juru parkir di kota Surabaya. Salah satunya adalah pengakuan bahwa juru parkir merupakan profesi yang layak memiliki organisasi sektoral sebagai wadah komunikasi dan penentu arah kebijakan bidang perparkiran.

“Yang kedua, dalam penerapan digitalisasi. Para juru parkir berharap adanya perlindungan dari negara melalui pemerintah sebagai mitra kerja. Salah satunya melalui jaminan sosial ketenagakerjaan seperti BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Bang Rama.

Terkait sistem bagi hasil, kata Bang Rama, para juru parkir menginginkan skema yang lebih adil. Menurutnya, selama ini pembagian yang berlaku disebut 40 : 60, sementara risiko kehilangan kendaraan sepenuhnya dibebankan kepada juru parkir.

“Karena itu, mereka mengusulkan skema 70:30 apabila tidak ada jaminan asurasi dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

BACA JUGA  Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar

Selain itu, Bang Rama juga menyoroti adanya dugaan tindakan kekerasan di lapangan yang tidak sepenuhnya dilakukan oleh juru parkir. Ia pun menilai, oknum lain bisa saja terlibat, namun stigma negatif justru langsung melekat pada profesi tersebut.

“Ketika terjadi insiden, seringkali langsung disimpulkan bahwa juru parkir adalah pelaku. Ini perlu dilihat secara lebih objektif,” tegasnya.

Bang Rama mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi komprehensif dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, kearifan lokal, serta regulasi berlaku.

“Pandangan disampaikan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kesejahteraan dan perlindungan profesi juru parkir di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp