Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh kader Demokrat untuk ikut mengawal sekaligus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Arahan itu disampaikan AHY saat memberikan pembekalan kepada anggota Fraksi Partai Demokrat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional di Red Top Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
AHY menegaskan, tidak ada agenda lain bagi Partai Demokrat selain memastikan pemerintahan Prabowo berjalan baik dan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Semangat kita adalah bagaimana kita turut mengawal dan menyukseskan pemerintahan ini. Tidak ada agenda lain, agenda kita adalah mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata AHY.
Menurut dia, pesan tersebut harus diterjemahkan seluruh kader sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Termasuk anggota legislatif yang duduk di DPR RI maupun DPRD.
Meski Demokrat berada dalam koalisi pemerintahan, AHY meminta kader di parlemen tetap kritis terhadap berbagai hal yang masih perlu diperbaiki. Baik menyangkut kebijakan, pengelolaan anggaran, maupun program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Walaupun kita dalam koalisi, kita juga terus menyuarakan apa saja yang bisa kita perbaiki kebijakannya, pengelolaan anggarannya, program-program pro rakyatnya dan lain sebagainya,” ujarnya.
AHY mengingatkan, anggota legislatif memiliki tiga fungsi utama. Yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut harus dijalankan secara optimal sebagai bagian dari mekanisme checks and balances dalam pemerintahan.
“Walaupun kita sama-sama berwarna biru, tapi ketika menjalankan peran eksekutif dan legislatif kita berbeda. Bukan berarti harus tidak sejalan, tetapi artinya masing-masing punya peran dan tanggung jawab yang berbeda,” tegas AHY.
Selain meminta kader mengawal pemerintahan, AHY mendorong seluruh kader meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting agar Demokrat semakin kuat sekaligus mampu menjalankan amanah masyarakat.
Momentum HUT ke-25 Partai Demokrat, kata AHY, harus dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi sekaligus menyiapkan masa depan partai.
“Kita hari ini generasi demokrasi melanjutkan segala sesuatu yang sudah baik para senior pendahulu kita dan bagaimana kita bisa menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk kita semuanya,” ungkapnya.
AHY juga menegaskan, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengemban tanggung jawab lebih besar. Termasuk kader yang saat ini berkiprah di DPRD kabupaten/kota.
“Kalau sudah merasa cukup di daerah, terbuka peluang untuk bertarung di tingkat nasional,” tandas AHY.
Arahan AHY tersebut langsung mendapat respons dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Anggota DPRD Jatim tiga periode itu memastikan jajaran legislatif di daerah siap menerjemahkan instruksi Ketum Demokrat dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“Jadi arahan Ketum jelas, intinya adalah teman-teman kader bergerak bersama rakyat dengan tiga pilar utama: ekonomi, keadilan, dan demokrasi,” tegas dr. Agung.
Menurut Agung, kerja politik Demokrat di daerah tidak boleh berhenti pada target perolehan kursi. Lebih dari itu, keberadaan kader harus mampu memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
“Kita laksanakan betul bagaimana mengejawantahkan menjadi program nyata. Tidak hanya kursi yang kita targetkan, tetapi bagaimana bisa berbuat karya nyata untuk rakyat,” ujarnya.
Khusus Jawa Timur, Agung menyiapkan formulasi kerja cepat yang dirangkum dalam tiga sektor utama, yakni IKE: Infrastruktur, Kesehatan, dan Ekonomi.
Pada sektor infrastruktur, dia mendorong adanya sistem respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Menurutnya, persoalan infrastruktur yang dikeluhkan warga harus segera ditindaklanjuti.
“Kalau diterapkan di Jatim, contoh soal infrastruktur, kita gaungkan ada keluhan: Senin complain maka Rabu selesai, Rabu complain Jumat selesai. Kita menjamin ketika turun di masyarakat baik semua, karena ada anggaran untuk perawatan,” tegas Agung.
Di sektor kesehatan, politisi kelahiran Banyuwangi tersebut menyatakan komitmennya mengawal masyarakat yang mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan medis.
Sebagai seorang dokter, Agung mengaku siap membantu warga yang membutuhkan rujukan maupun menghadapi antrean pelayanan kesehatan.
“Yang kedua kesehatan, saya sebagai dokter bantu rujukan yang tidak dapat kamar, bantu rujukan kalau operasinya agak lama antrinya dipercepat,” jelasnya.
Sementara sektor ekonomi diarahkan pada percepatan pengembangan UMKM di seluruh Jawa Timur. Agung menilai sektor usaha masyarakat perlu mendapatkan dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Salah satunya melalui optimalisasi skema pembiayaan dari perbankan daerah.
“Bangkitkan ekonomi UMKM se-Jawa Timur. Ini sangat tepat, apalagi Bank Jatim punya bunga rendah enam persen. Kita manfaatkan dengan baik, kita tindaklanjuti arahan Ketum menjadi karya nyata. Demokrat bersama rakyat, bahkan beri solusi untuk rakyat,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat