Gus Fawait Pantau MBG dari Makkah, Pastikan 270 Dapur SPPG Jember Sesuai Standar

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski di Arab Saudi, Bupati Jember Gus Muhammad Fawait memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Jember secara daring. (Foto: Diskominfo Jatim)

Meski di Arab Saudi, Bupati Jember Gus Muhammad Fawait memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Jember secara daring. (Foto: Diskominfo Jatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Jember – Meski tengah berada di Tanah Suci, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait tetap memantau jalannya program daerah. Ia mengikuti rapat koordinasi Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Jember secara daring, Selasa (2/3/2026).

Kehadiran Gus Fawait dari Makkah disebut sebagai bentuk komitmen Pemkab Jember memastikan program nasional tersebut berjalan optimal dan sesuai standar.

Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik. Ia menyebut program ini sebagai fondasi strategis menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, melainkan melalui kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ujar Fawait seperti dikutip dari laman resmi Diskominfo Jember, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, generasi yang sehat dan bergizi baik akan menjadi penopang kemandirian bangsa di masa depan.

“Pembangunan kualitas anak-anak hari ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang menentukan posisi Indonesia dalam percaturan global,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, Fawait juga menyoroti efek ekonomi dari program MBG. Ia menyebut, dengan estimasi sekitar 270 dapur SPPG beroperasi di Jember, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 15 ribu orang.

Angka itu belum termasuk efek berganda dari rantai pasok bahan pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi.

“Perputaran ekonomi di tingkat lokal akan bergerak. Produk petani terserap, UMKM tumbuh, dan kebutuhan tenaga kerja meningkat,” paparnya.

Ia memperkirakan total perputaran dana MBG di Jember dapat menyentuh Rp 4 triliun. Nilai itu hampir setara dengan APBD Jember 2026 yang berada di kisaran Rp 4,3 triliun. Tambahan belanja tersebut dinilai bisa menjadi motor penggerak sektor riil di daerah.

BACA JUGA  600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo

Meski demikian, Fawait mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik. Ia menyoroti masih adanya SPPG yang belum melengkapi izin seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan persyaratan teknis lainnya.

Ia meminta seluruh pengelola dapur segera melengkapi dokumen demi menjamin keamanan layanan. Pemkab Jember, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi melalui forum rutin bulanan yang melibatkan Satgas, SPPG, korwil, korcam, camat, hingga puskesmas.

Selain itu, sistem pelaporan menu harian akan diberlakukan dari pihak dapur dan sekolah penerima manfaat sebagai bentuk pengawasan silang. CCTV di setiap dapur juga direncanakan terintegrasi dengan sistem pemantauan pemerintah daerah.

Fawait juga menegaskan tidak boleh ada pengurangan anggaran menu yang telah ditetapkan. Alokasi Rp 10 ribu untuk siswa SMP dan Rp 8 ribu untuk jenjang lainnya, kata dia, merupakan hak penerima manfaat.

“Integritas menjadi kunci. Jangan sampai ada dapur yang disuspensi karena kelalaian atau pelanggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Ahmad Helmi Luqman, mengungkapkan masih ada sekitar 50 SPPG yang belum memiliki SLHS berdasarkan evaluasi lapangan.

Beberapa dapur, kata Helmi, juga diminta memperbaiki kualitas air dan infrastruktur agar memenuhi standar kelayakan. Ia menekankan kontrol mutu, termasuk kewajiban penyimpanan sampel makanan, tidak bisa ditawar.

Menurutnya, kewenangan penjatuhan sanksi atau suspensi berada di Badan Gizi Nasional. Sementara Satgas daerah bertugas melakukan pengendalian, pengawasan, dan percepatan perbaikan.

Helmi berharap seluruh SPPG menjaga standar layanan dan terus meningkatkan kualitas demi menyukseskan program tersebut.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Anak Disabilitas Jadi Korban Perundungan hingga Meninggal, Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Deteksi Dini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:07 WIB

600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

WhatsApp