Lia Istifhama DPD RI Apresiasi Langkah Bareskrim Polri Usut TPPU Tambang Ilegal Rp 25,8 Triliun di Surabaya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 23 Februari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama (foto: Istimewa)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama (foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Syaiful Hidayat

Surabaya – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah kantor peleburan emas di kawasan Benowo, Surabaya, Jumat (20/2/2026). Penggeledahan ini terkait pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari aktivitas tambang emas ilegal dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,8 triliun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi yang digeledah berada di sebuah bangunan empat lantai di Jalan Raya Tengger Kandangan, Benowo. Sejak pagi, aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi.

Tim penyidik menyisir setiap lantai untuk mencari dokumen, catatan transaksi, hingga barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aliran dana hasil kejahatan. Sejumlah barang bukti turut diamankan guna memperkuat konstruksi perkara, khususnya dalam menelusuri pola transaksi dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena nilai transaksi yang fantastis serta dugaan adanya jaringan terstruktur dalam praktik tambang emas ilegal tersebut. Penyidikan tidak hanya menyasar aktivitas peleburan emas, tetapi juga menelusuri aliran dana yang diduga disamarkan melalui berbagai skema keuangan.

Apresiasi atas langkah tegas aparat disampaikan Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ia menilai penggeledahan tersebut mencerminkan keseriusan negara dalam menjaga sumber daya alam sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

“Penindakan terhadap TPPU dari tambang ilegal bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut keadilan bagi masyarakat serta upaya menyelamatkan potensi kerugian negara,” ujarnya dikutip dari lensajatim.id, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, keberanian aparat mengungkap perkara bernilai besar patut didukung semua pihak. Ia berharap pengungkapan kasus ini memberikan efek jera dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Lebih lanjut, Lia Istifhama menyampaikan bahwa Pengungkapan dugaan TPPU dari sektor pertambangan ilegal dinilai strategis karena berdampak pada kerusakan lingkungan, kebocoran penerimaan negara, serta tumbuhnya praktik ekonomi bawah tanah yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

“Langkah Dittipideksus Bareskrim Polri ini menunjukkan penegakan hukum yang tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri aktor intelektual serta aliran dana di balik praktik ilegal tersebut,” ungkap dia.

“Penanganan kasus ini diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola pertambangan yang bersih dan transparan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp