Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,05 Miliar di Malang, Perkuat Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat rentan dan umkm di Pendopo Kabupaten Malang. (Foto: KIP for Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat rentan dan umkm di Pendopo Kabupaten Malang. (Foto: KIP for Digitaljatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Syaiful Hidayat

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui penyaluran bantuan sosial dan tali asih pilar sosial senilai Rp7.050.325.000 bagi masyarakat di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Bhakti Kesatu “Jatim Sejahtera”, sebagai ikhtiar mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kebijakan sosial Jawa Timur tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat, melainkan dirancang untuk membangun fondasi kemandirian masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat lintas sektoral dan spasial, berbasis data terpadu, sehingga setiap intervensi tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Intervensi kita tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Harus ada kesinambungan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat benar-benar berdaya,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, jajaran perangkat daerah, BUMD, serta para pilar sosial yang selama ini menjadi penguat sinergi di lapangan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong merupakan kunci menghadirkan kesejahteraan yang merata.

Dari total anggaran yang disalurkan, sebesar Rp5.765.825.000 dialokasikan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Komponen terbesar adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp4.166.000.000 bagi 2.083 keluarga penerima manfaat, masing-masing sebesar Rp2 juta per tahun sebagai penguatan daya tahan ekonomi keluarga prasejahtera.

Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp486.000.000 diberikan kepada 135 penerima manfaat. Khofifah menegaskan bahwa kelompok disabilitas harus memperoleh afirmasi kebijakan agar memiliki akses yang lebih luas terhadap kesejahteraan dan kesempatan hidup yang layak.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Penguatan ekonomi produktif juga diwujudkan melalui program KIP Jawara. Rinciannya, KIP Putri Jawara sebesar Rp36.000.000 bagi 12 penerima, KIP PPKS Jawara Rp24.000.000 untuk 8 penerima, serta KIP KPM Jawara Rp324.000.000 bagi 108 penerima manfaat. Program ini dirancang untuk menumbuhkan wirausaha baru dari keluarga prasejahtera melalui bantuan permodalan dan pendampingan berkelanjutan.

Perhatian juga diberikan kepada garda terdepan pelayanan sosial. Bantuan permakanan LKS A sebesar Rp251.625.000 disalurkan bagi 55 jiwa. Sementara itu, tali asih bagi SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA dialokasikan Rp478.200.000 bagi 222 penerima sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut menyoroti tantangan penghapusan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Berdasarkan data Januari 2026, jumlah penghapusan di Jawa Timur mencapai 1.480.380 orang.

“Angka ini sangat signifikan dan membutuhkan mitigasi cepat. Saya berharap pilar-pilar sosial aktif melakukan verifikasi dan validasi data agar masyarakat yang berhak tetap memperoleh perlindungan,” katanya.

Melalui BUMD Provinsi Jawa Timur, turut disalurkan zakat produktif sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai stimulan ekonomi mikro berbasis solidaritas sosial.

Selain itu, sektor desa memperoleh alokasi Rp1.259.500.000 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, meliputi program BUMDesa Rp400.000.000 untuk empat desa, Desa Berdaya Rp200.000.000 untuk dua desa, serta Jatim Puspa Rp604.500.000 untuk tiga desa.

Menurut Khofifah, desa merupakan fondasi ketahanan sosial dan ekonomi daerah. Khusus di Kabupaten Malang, ia melihat bahwa desa-desa yang ada terus bertumbuh pesat.

“Kita ingin desa-desa di Kabupaten Malang tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru. Dari desa yang kuat akan lahir masyarakat yang tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.

BACA JUGA  Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Selain itu, bertepatan di momen Ramadhan, Khofifah mengajak seluruh jajaran dan masyarakat menjadikan Bulan Suci ini sebagai penguat empati sosial serta semangat bekerja lebih amanah demi mewujudkan Jawa Timur yang tangguh dan terus bertumbuh.

“APBD harus hadir sebagai instrumen keadilan sosial. Kita pastikan bantuan ini tepat sasaran, memberi harapan, sekaligus membuka jalan kemandirian bagi masyarakat Kabupaten Malang. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga setiap ikhtiar kita membawa kemanfaatan dan keberkahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga membagikan kurma takjil  untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang hadir. “Bapak, Ibu monggo kurmanya bisa dimanfaatkan untuk  takjil berbuka puasa nanti,” katanya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat jaring pengaman sosial di Kabupaten Malang.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari orkestrasi besar pembangunan sosial Jawa Timur yang tidak hanya melindungi masyarakat rentan, tetapi juga mendorong produktivitas dan memperluas akses usaha.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas perhatian dan kepedulian serta komitmen yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Malang melalui berbagai program perlindungan, pemberdayaan dan pendampingan sosial di Kabupaten Malang,” ucapnya.

“Semoga Bantuan ini mampu memberikan manfaat dan keberkahan sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp