Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau job fair. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat kompetensi tenaga kerja sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru.
Puguh mengatakan, program seperti job fair selama ini lebih banyak berperan mempertemukan perusahaan yang membuka lowongan dengan masyarakat pencari kerja. Padahal, persoalan pengangguran juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi dalam menyediakan lapangan kerja yang sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja.
“Di tengah jumlah angkatan kerja yang terus bertambah dari waktu ke waktu, pemerintah dituntut melakukan langkah yang jauh lebih mendasar,” ujar legislator PKS tersebut, kamis (29/10/2026).
Menurut Puguh, penurunan tingkat pengangguran secara persentase belum tentu menunjukkan persoalan ketenagakerjaan telah terselesaikan. Pemerintah tetap perlu memastikan ketersediaan lapangan kerja yang memadai dan sesuai dengan kompetensi masyarakat.
Karena itu, dia mendorong pemerintah menjalankan dua langkah secara bersamaan, yakni meningkatkan kesiapan tenaga kerja dan memperluas penciptaan lapangan kerja.
Untuk mendorong terbukanya lapangan kerja baru, pemerintah dinilai perlu memberikan stimulus serta menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri dan meningkatkan iklim investasi. Langkah tersebut juga perlu dilakukan secara konsisten di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang.
“Pemerintah perlu memberikan stimulus serta merumuskan paket kebijakan yang semakin mempermudah tumbuhnya industri dan mendongkrak iklim investasi,” jelas anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Malang Raya itu.
Selain mendorong pertumbuhan industri, Puguh menekankan pentingnya data ketenagakerjaan yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan. Pemerintah juga perlu menjalin koordinasi rutin dengan pelaku industri, baik di sektor formal maupun informal, untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja secara langsung.
Dia mengusulkan pembentukan forum berkala yang mempertemukan pemerintah, dunia industri, dan sektor pendidikan. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk menyampaikan kebutuhan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja.
Kebutuhan itu kemudian dapat diselaraskan dengan materi pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda agar lulusan sekolah lebih siap memasuki dunia kerja.
“Kebutuhan kompetensi inilah yang kemudian diajarkan dan dipersiapkan kepada anak-anak muda di bangku sekolah, sehingga kesiapan tenaga kerja lokal dapat terjawab secara optimal,” katanya.
Puguh berharap kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penempatan pencari kerja. Pemerintah, menurutnya, juga perlu membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan pembukaan lapangan kerja baru.
Dengan begitu, penanganan pengangguran diharapkan lebih terarah dan kebutuhan dunia usaha dapat diselaraskan dengan kompetensi tenaga kerja lokal.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat