Cak Firman: Di Setiap Desa di Jawa Timur Ada Nasab Dekat Saya

Penulis Firman Syah Ali
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firman Syah Ali atau yang dikenal sebagai Cak Firman Arek IPNU menyelesaikan Safari Nasab Seri 1-5 dengan mengunjungi sejumlah keluarga dari berbagai jalur nasab di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. (dok. Pribadi)

Firman Syah Ali atau yang dikenal sebagai Cak Firman Arek IPNU menyelesaikan Safari Nasab Seri 1-5 dengan mengunjungi sejumlah keluarga dari berbagai jalur nasab di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. (dok. Pribadi)

Surabaya – Firman Syah Ali atau yang dikenal sebagai Cak Firman Arek IPNU menyelesaikan Safari Nasab Seri 1-5 dengan mengunjungi sejumlah keluarga dari berbagai jalur nasab di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur,  Minggu (4/10/2026).

Safari tersebut menyasar sejumlah daerah mulai dari Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso hingga kembali ke Probolinggo. Kawasan Tapal Kuda sendiri merupakan wilayah di Jawa Timur yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi dan secara geografis menyerupai bentuk tapal kuda.

Perjalanan Cak Firman diawali dengan menemui keluarga dari Bani Joyolelono di kawasan Beringin Raya, Leces, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah tokoh yang ditemuinya antara lain Lora Khoiri dan KH Darisin.

Dari Leces, Cak Firman melanjutkan perjalanan ke Klakah, Lumajang. Di daerah tersebut, dia bertemu dengan keluarga dari Bani Rabah.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Jember untuk menghadiri pertemuan aktivis pergerakan lintas generasi bertema ‘Merawat Ingatan, Membaca Zaman dan Menggerakkan Perubahan’. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mantan Menpora RI Imam Nahrawi, mantan Bupati Lumajang Thoriqul Haq, serta anggota DPR RI M Nur Purnamasidi.

Dari Jember, Cak Firman bergerak menuju Jambesari, Bondowoso, untuk bersilaturahmi dengan jaringan keluarganya. Salah satunya keluarga besar Cak Dayat, anggota DPRD Bondowoso, yang merupakan suami RA Faizah.

Selanjutnya, Cak Firman menuju Asembakor, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Di sana, dia melakukan takziah sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga, di antaranya R Junaidi Abdillah dan R Zainullah.

Safari kemudian ditutup dengan ziarah ke makam KH R Badri Mashduqi, pendiri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, Probolinggo. Cak Firman juga sowan kepada pamannya, KH R Tauhidullah Badri atau yang akrab disapa Kyai Tohed, selaku pengasuh Pondok Pesantren Badridduja.

Usai rangkaian safari tersebut, Cak Firman menjelaskan bahwa perjalanan yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya menyambung silaturahmi dengan keluarga berdasarkan garis keturunan.

“Alhamdulillah, saya baru saja menyelesaikan Safari Nasab dan Tour de Bhuju’ keliling kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Kiai-kiai di kawasan Tapal Kuda rata-rata keluarga saya dari trah bhuju’-bhuju’ Madura,” kata Cak Firman.

Menurutnya, istilah bhuju’ merupakan sebutan tradisional masyarakat Madura untuk tokoh ulama atau waliyullah yang garis keturunan dan hubungan sosial-keagamaannya terus tersambung dengan generasi kiai, gus, lora hingga raden saat ini.

Cak Firman juga mengklaim memiliki keluarga dekat di hampir setiap desa di Jawa Timur. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga petani.

“Alhamdulillah, hampir di setiap desa di Jawa Timur ada keluarga dekat saya. Ini semua karunia Allah karena saya dilahirkan sebagai keturunan bhuju’-bhuju’ besar Madura dari perkawinan silang buyut-buyut saya,” ujarnya.

Dia kemudian menyebut sejumlah tokoh yang disebutnya sebagai bagian dari garis leluhurnya, antara lain Pangeran Katandur, Bhuju’ Cendana, Bhuju’ Abdul Qidam, Tumenggung Kanduruhan Raja Sumenep, Bhuju’ R Azhar Bagandan, Bhuju’ Agung Toronan, Bhuju’ Parangghan, Bhuju’ Bandungan, Bhuju’ Batuampar, Bhuju’ Macan Alas, Bhuju’ Nuruddin Plakpak, Bhuju’ Montor Plakpak, Bhuju’ Dangdangbiring Bulangan Haji, Bhuju’ Rabah dan Bhuju’ Mataram Pademawu.

“Bhuju’ saya terkesan banyak sekali, seolah hampir semua bhuju’ adalah bhuju’ saya. Sebab, dulu kakek, nenek dan buyut-buyut saya melakukan endogami, pernikahan silang antar-aristokrat, antarpotoh bhuju’ dan lintas trah, baik aristokrat keraton maupun aristokrat agama,” jelasnya.

Cak Firman mengatakan Safari Nasab 2026 tidak hanya bertujuan untuk mengenal dan menyambung hubungan keluarga. Dia juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi lintas trah.

“Tujuan saya melakukan semua ini adalah mengikuti jejak Rasulullah SAW sebagai bhuju’ dari semua bhuju’ saya, serta mengikuti jejak para bhuju’ saya yang suka berkelana keliling dunia untuk menyambung silaturahmi lintas trah dalam satu nasab,” tuturnya.

Selain itu, dia berharap jaringan keluarga besar yang disebutnya sebagai Bani Bhuju’ dapat membangun sinergi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Tujuan berikutnya adalah membangun sinergi antarkekuatan besar Bani Bhuju’ dalam merawat bangsa Indonesia dan membangun Jawa Timur tercinta. Nasab Bani Bhuju’ rata-rata menjadi tokoh di lingkungannya masing-masing, dari pengasuh pesantren besar hingga kiai kampung. Sayang kalau kekuatan besar ini tidak dikonsolidasikan untuk kemanfaatan dan kemaslahatan yang lebih besar,” pungkasnya.

Penulis : Firman Syah Ali

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panggung Karya Guru Literasi
Wakapolda Pasma Royce terpilih sebagai Ketua ICF Jatim
IKA PMII Gelar Bedah Buku Kepemimpinan di Arena Muktamar ke-35 NU
Pembukaan Muktamar ke-35 NU Capai Trisukses
Mahfud MD Sebut Pesantren Punya Kekuatan Untuk Selamatkan Demokrasi
Ribuan Ulama se-Nusantara Berkumpul di Toronan Pamekasan, Ada apa?
Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Cak Firman: Di Setiap Desa di Jawa Timur Ada Nasab Dekat Saya

Jumat, 18 September 2026 - 15:23 WIB

Panggung Karya Guru Literasi

Kamis, 17 September 2026 - 11:08 WIB

Wakapolda Pasma Royce terpilih sebagai Ketua ICF Jatim

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:19 WIB

IKA PMII Gelar Bedah Buku Kepemimpinan di Arena Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Pembukaan Muktamar ke-35 NU Capai Trisukses

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp