Sidoarjo – Polemik progres pembangunan flyover Gedang belum dilakukan proses appraisal untuk pembebasan lahan ini mendapatkan perhatian serius dari legislatif DPRD Sidoarjo.
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih akan meminta komisi C untuk memanggil stakeholder terkait mengetahui sejauh mana perkembangan proyek flyover tersebut.
“Informasi terakhir dulu sudah on progres,termasuk beberapa bidang yang sudah dipetakan. Hari ini, ada tambahan untuk flyover Gedangan, semuanya sudah kita catatkan,” kata Nasih, Selasa (22/9/2026) siang.
Menurut Nasih, secara umum proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana. Namun, DPRD Sidoarjo ingin memastikan tidak ada kendala yang menghambat proses berikutnya.
“Nanti, kami akan minta teman-teman Komisi C DPRD Sidoarjo melakukan hearing dengan mitra, bagaimana progresnya dan apakah ada kendala,” katanya.
Selain flyover Gedangan, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa juga menyoroti persoalan anak tidak sekolah dan akan putus sekolah di Sidoarjo. Nasih menjelaskan penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui jalur pendidikan normal.
Nasih juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kerjasama dengan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang menyediakan pendidikan kesetaraan paket A hingga C.
“Jangan hanya fokus pendidikan formal. Pemkab Sidoarjo juga perlu memberikan kebijakan yang lebih tepat kepada PKBM, karena ada anak-anak yang tidak bisa kembali ke sekolah,” ujarnya.
Nasih mengatakan terdapat kesenjangan antara harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan.
“Artinya ada anak-anak kita yang tidak sekolah ataupun putus sekolah. Ini bisa dimanfaatkan tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga nonformal,” jelasnya.
Nasih menilai PKBM dapat menjadi solusi bagi warga yang membutuhkan pendidikan tetapi sudah tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal.
“Orang yang sudah usia SMP atau SMA tetapi belum punya ijazah SD bisa masuk pendidikan nonformal. Begitu juga orang yang sudah bekerja tetapi membutuhkan ijazah SMA,” imbuhnya.
Nasih juga menyoroti persoalan akses menuju PKBM. Menurutnya, lokasi PKBM yang jauh dari tempat tinggal siswa dapat menjadi kendala tersendiri.
Karena itu, DPRD akan meminta data kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengenai persebaran PKBM di Sidoarjo. Data tersebut diperlukan untuk melihat apakah keberadaan PKBM sudah merata serta mengetahui kebutuhan transportasi bagi peserta didik.
“Kita akan minta data bagaimana persebaran PKBM yang ada. Apakah sudah merata atau belum, apakah ada kendaraan atau belum, serta apa yang sebenarnya dibutuhkan PKBM,” imbuhnya.
Menurut Nasih, PKBM merupakan mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pendidikan, khususnya dalam menekan angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.
Nasih juga menyinggung rencana penguatan transportasi umum di wilayah Sidoarjo. Ia menilai bus berukuran besar memiliki keterbatasan untuk menjangkau kawasan permukiman dengan jalan sempit.
Karena itu, dia mendorong adanya transportasi berukuran lebih kecil yang dapat menjangkau kampung-kampung dan wilayah pelosok.
“Kalau bus itu hanya terbatas dan hanya bisa melewati jalan-jalan besar. Kalau bekerja sama dengan mitra UKM berupa mikrolet, angkutan bisa masuk ke kampung-kampung dan jalan yang padat,” tukasnya.
Ia menyebut sejumlah wilayah pelosok seperti Tulangan dan Prambon juga membutuhkan akses transportasi yang lebih fleksibel.
Nasih mengatakan DPRD Sidoarjo telah menyampaikan gagasan tersebut dan mendorong pemerintah segera mencari formulasi yang tepat. Salah satunya dengan melibatkan lembaga keuangan untuk mendukung peremajaan kendaraan angkutan.
“Misalnya keterlibatan BPR Delta Artha memberikan kredit lunak untuk merehabilitasi angkutan supaya lebih bagus dan memadai. Sistemnya nanti bisa dibahas,” tukas dia.
Menurut Nasih, yang terpenting adalah memastikan masyarakat dari wilayah pelosok mendapatkan kemudahan akses transportasi tanpa menambah persoalan kepadatan lalu lintas.
“Kita akan dorong agar segera dilakukan langkah-langkah tersebut,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat