FPKS DPRD Jatim Soroti Tarif Transportasi Berbasis Aplikasi, Pengemudi dan Pengguna Harus Terlindungi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 11 September 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur (Jatim) menyoroti persoalan tarif dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi. FPKS meminta regulasi nantinya tetap memperhatikan kesejahteraan pengemudi dan kemampuan masyarakat sebagai pengguna jasa.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, saat membacakan Tanggapan dan/atau Jawaban FPKS terhadap Pendapat Gubernur Jawa Timur atas Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (11/9/2026).

Puguh mengatakan FPKS memahami pandangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang menyebut kewenangan penetapan biaya jasa sepeda motor berada di Pemerintah Pusat. Sedangkan gubernur memiliki kewenangan menetapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk Angkutan Sewa Khusus.

Namun, menurutnya, pembahasan tarif tidak semestinya hanya berkutat pada persoalan kewenangan. Tarif berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekosistem transportasi berbasis aplikasi, khususnya kondisi pengemudi dan pengguna jasa.

“Tarif yang terlalu rendah dapat berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan pengemudi. Sebaliknya, tarif yang terlalu tinggi dapat membebani masyarakat sebagai pengguna jasa,” kata Puguh dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Karena itu, FPKS menilai Pemprov Jatim tetap perlu memiliki instrumen pembinaan, pengawasan, pemantauan, hingga fasilitasi pengaduan terkait pelaksanaan ketentuan biaya jasa di Jawa Timur.

Puguh menyebut instrumen tersebut diperlukan agar regulasi tidak hanya berhenti sebagai norma, tetapi juga dapat dipastikan penerapannya di lapangan.

“Fraksi PKS meminta agar rumusan Raperda tetap memberikan ruang yang kuat bagi Pemerintah Provinsi untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kepatuhan penyelenggara sesuai pedoman yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” tegasnya.

FPKS juga mendorong pengawasan tarif dilakukan dengan memanfaatkan data aktual dan sistem digital. Menurut Puguh, dukungan data dapat membantu pemerintah melihat tingkat kepatuhan penyelenggara terhadap pedoman biaya jasa, pola perubahan tarif, serta dampaknya bagi pengemudi maupun pengguna.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Selain persoalan tarif, FPKS mendorong adanya perlindungan dalam tata kelola transportasi berbasis aplikasi secara menyeluruh. Regulasi diharapkan memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan layanan yang adil, aman, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, FPKS sepakat Raperda tersebut harus disinkronkan dengan regulasi Pemerintah Pusat. Namun, dinamika aturan nasional dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi urgensi pembentukan Perda.

“Transportasi berbasis aplikasi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan siklus pembentukan regulasi. Oleh karena itu, Peraturan Daerah yang akan dibentuk harus memiliki karakter adaptif dan antisipatif,” pungkas Puguh.

FPKS menyatakan dapat menerima Pendapat Gubernur Jawa Timur untuk menjadi bahan pembahasan lebih lanjut. FPKS berharap penyempurnaan substansi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan regulasi yang mampu membangun ekosistem transportasi berbasis aplikasi yang efisien sekaligus berpihak pada pengemudi dan masyarakat pengguna jasa.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp