Gubernur Khofifah Jenguk Santri Diduga Keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Ajak Evaluasi Tata Kelola MBG

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk sejumlah santri yang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSI Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk sejumlah santri yang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSI Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Humas Pemprov)

Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk sejumlah santri yang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSI Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Khofifah mengecek kondisi pasien satu per satu. Ia juga berdialog dengan para santri untuk memastikan mereka mendapat penanganan medis secara optimal.

Khofifah mendoakan seluruh korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, fasilitas kesehatan maupun pesantren segera pulih. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan penanganan.

“Anak-anak yang dirawat juga mudah-mudahan terus sehat. Semua rumah sakit yang memberikan penanganan kami menyampaikan terima kasih,” kata Khofifah.

Usai menjenguk para korban, Khofifah menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh dalam implementasi program MBG. Menurut dia, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan strategis dalam meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.

Karena itu, monitoring dan pengawasan harus dilakukan di seluruh lini. Tidak hanya oleh Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan.

“Jadi memang kita harus terus berbenah. Semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan sekaligus merekomendasikan tidak hanya kepada BGN, tetapi juga kepada SPPG setempat,” tegasnya.

Khofifah mengatakan, pengelolaan MBG membutuhkan manajemen dan pengawasan yang cermat. Mulai pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi penerima manfaat.

Menurut dia, ketepatan waktu distribusi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Makanan yang telah dimasak memiliki batas waktu konsumsi agar tetap aman dan sehat.

“Ini kasusnya dimasak bersama dengan format yang sama. Yang pengirimannya relatif lebih awal itu aman. Tapi yang pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal

Khofifah menyebut makanan yang menjadi dugaan sumber masalah berasal dari SPPG Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. SPPG tersebut diketahui menyalurkan makanan ke 18 unit penerima manfaat, termasuk Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo.

“Saya tanya ada Kadinkes, ada Kakankemenag, yang mendapatkan manfaat dari SPPG yang sama itu ada 18 unit. Dari 18 unit yang lain relatif semua berjalan baik,” jelasnya.

Namun, persoalan diduga terjadi pada makanan yang mengalami keterlambatan distribusi. Makanan yang baru tiba sekitar pukul 11.00 atau lebih kemudian dikonsumsi sekitar pukul 12.30 hingga 13.00.

“Bedanya adalah pada masa pengiriman dari SPPG itu ke titik penerima manfaat,” ujarnya.

Khofifah mencontohkan, makanan yang selesai dimasak pukul 05.00, kemudian dikirim pukul 07.00 dan dikonsumsi sekitar pukul 10.00 masih berada dalam rentang waktu yang aman.

Sementara itu, sebanyak 27 pasien masih tercatat menjalani perawatan di RSI Siti Hajar, Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 24 pasien dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang pada Kamis pagi.

Sedangkan tiga pasien lainnya masih menjalani observasi. Jika kondisi mereka membaik hingga sore hari, seluruh pasien di rumah sakit tersebut diharapkan dapat kembali ke rumah.

“Dari 27 itu, 24 insyaallah clear pagi ini bisa pulang. Yang tiga nunggu observasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa pulang,” kata Khofifah.

Ia menyebut keluhan yang dirasakan sejumlah pasien antara lain mual dan pusing. Pasien baru diperbolehkan pulang setelah keluhan tersebut dipastikan mereda.

“Saya tanya kepada pasien, mual dan pusing sudah tidak ada. Insyaallah sudah clear bisa pulang pagi ini 24 dari 27 pasien,” terangnya.

Sebelumnya, pada Selasa (1/9/2026), sebanyak 664 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG. Korban terbanyak berasal dari Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo.

BACA JUGA  600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo

Selain Manba’ul Hikam, terdapat 18 lembaga pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa. Seluruhnya diketahui menerima makanan dari SPPG Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, pada Selasa (1/9).

Berdasarkan data per 2 September 2026 pukul 22.00 WIB, total terdapat 664 korban yang mendapatkan perawatan medis. Rinciannya, 77 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, 581 pasien menjalani rawat jalan, dan enam pasien masih dalam observasi.

Para korban mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya RSUD N.T. Notopuro, RS Delta Surya, RSI Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah, RS Pusdik Bhayangkara, RS Arafah Anwar Medika, RS Anwar Medika, RS Assakinah Medika, PKM Porong, RS Rahman Rahim, Puskesmas Tanggulangin, serta sejumlah bidan dan dokter praktik mandiri.

Sebagian korban lainnya juga mendapatkan perawatan di lingkungan pesantren.

Salah satu orang tua pasien, Priani, 43, mengaku bersyukur atas perhatian Khofifah terhadap para korban. Putranya, Muhammad Zaidan Maulana, merupakan siswa kelas XII Madrasah Aliyah yang menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan.

Priani berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir dan tidak kembali terjadi.

“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatiannya terhadap anak-anak yang tertimpa musibah. Senanglah kami dapat perhatian dari pemimpin Jawa Timur. Mudah-mudahan jangan terulang lagi, ini yang terakhir,” ujarnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp