Bambang DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Perketat Pengawasan Seluruh SPPG

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto mendesak Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sidoarjo.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan MBG seperti yang terjadi pada sejumlah pondok pesantren dan sekolah penerima layanan SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Bambang menegaskan, keberadaan Satgas MBG tidak boleh hanya bergerak ketika terjadi kasus. Pengawasan harus dilakukan sejak tahap pencegahan, pemeriksaan, hingga penanganan kondisi darurat.

“Satgas MBG Sidoarjo tidak hanya berfokus pada saat terjadi kasus keracunan atau penanganan korban saja. Pengawasan harus mencakup seluruh siklus program, mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penanganan darurat,” ujar Bambang saat ditemui wartawan DigitalJatim.com usai hearing di DPRD Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Menurut politikus Partai Gerindra itu, evaluasi menyeluruh terhadap SPPG di Sidoarjo harus segera dilakukan. Terlebih, kasus keracunan yang melibatkan layanan SPPG Kalitengah menjadi peringatan agar pengawasan terhadap penyedia makanan MBG diperketat.

“Kita melihat sesuai dengan permasalahan di Sidoarjo, termasuk SPPG Kalitengah terhadap keracunan yang ada di beberapa pondok dan sekolah,” katanya.

Bambang mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 170 SPPG di Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, informasi yang diterimanya menyebut masih ada 21 SPPG yang belum mengantongi izin, tetapi tetap beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi sorotan. Sebab, setiap SPPG harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari kelengkapan perizinan hingga penerapan standar keamanan pangan.

“Selama ini ada 21 SPPG yang tidak memiliki izin. Kalau memang masih operasional, terutama Dinas Kesehatan dan Satgas MBG harus bertindak tegas,” tegas Bambang.

Bambang meminta SPPG yang belum memenuhi persyaratan tidak dibiarkan beroperasi. Satgas MBG Sidoarjo juga didorong segera mengusulkan penghentian sementara operasional SPPG tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

BACA JUGA  Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

“Dan kami meminta Satgas MBG mengusulkan ke BGN agar segera ditutup atau dipending sementara, agar syarat-syarat yang lain harus terpenuhi semuanya,” imbuhnya.

Selain persoalan pengawasan dan perizinan, Bambang menyoroti kondisi psikologis anak-anak yang terdampak kasus keracunan MBG di Kalitengah, Tanggulangin.

Menurut dia, penanganan korban tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan fisik. Pendampingan psikologis juga diperlukan untuk membantu anak-anak menghadapi trauma setelah kejadian tersebut.

“Untuk anak-anak yang trauma seperti di Tanggulangin, ini perlu memberikan sosialisasi psikologi dan mental health,” ujarnya.

Bambang meminta Satgas MBG berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan sosialisasi sekaligus pendampingan psikologis secara menyeluruh. Program tersebut, kata dia, perlu menjangkau hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Yang sosialisasi adalah Satgas MBG yang ada di Sidoarjo, bekerja sama dengan OPD sampai dengan tingkat kecamatan sampai kelurahan,” jelasnya.

Bambang berharap pengawasan terhadap SPPG diperkuat bersamaan dengan pendampingan psikologis bagi korban. Dengan demikian, pelaksanaan program MBG tetap berjalan, tetapi aspek keamanan dan keselamatan penerima manfaat tidak diabaikan.

“Untuk sosialisasi dan mengantisipasi agar keracunan ini jangan sampai terulang seperti yang ada di Kalitengah, Tanggulangin. Tak hanya itu, kita juga bisa memberikan psikologi healing atau mental kepada korban terdampak keracunan MBG,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks
Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab
Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri
Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim
Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim
Bupati Subandi Gerak Cepat Evaluasi MBG Sidoarjo, Kepala SPPG Diminta Perketat Pengawasan
Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla
FPKS Jatim Setujui Penyertaan Modal Jamkrida Rp100 Miliar, Tekankan Manfaat untuk UMKM
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Selasa, 8 September 2026 - 23:20 WIB

Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab

Selasa, 8 September 2026 - 21:42 WIB

Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim

Selasa, 8 September 2026 - 14:40 WIB

Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Berita Terbaru

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:20 WIB

WhatsApp