Sidoarjo – Fraksi PKB DPRD Sidoarjo turun langsung meninjau kondisi para santri yang menjadi korban keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah korban diketahui masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Sidoarjo.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyebut insiden tersebut harus menjadi kejadian pertama sekaligus terakhir. Ia menyayangkan adanya dugaan kelalaian dalam pelaksanaan program MBG yang sejatinya memiliki tujuan baik.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pertama dan terakhir. Kami juga sangat menyayangkan karena sebenarnya program pemerintah melalui MBG ini tujuannya bagus. Tetapi, barangkali memang ada kelalaian dari pihak SPPG,” kata Dhamroni melalui unggahan video akun TikTok @dpcpkbsidoarjo_, Kamis (3/9/2026).
Dhamroni meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih cermat dalam menjalankan setiap tahapan penyediaan makanan. Terutama, memastikan seluruh proses sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Bagi pihak SPPG, lebih berhati-hati lagi untuk memperhatikan SOP dari para penyedia agar tidak terulang lagi hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Menurut Dhamroni, insiden tersebut cukup miris. Sebab, program MBG dirancang pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus mendukung kecerdasan siswa. Namun, tujuan tersebut dapat terganggu jika pelaksanaan di lapangan tidak dilakukan secara optimal.
“Miris sekali, ketika tujuan mulia pemerintah dengan MBG ini untuk mencerdaskan dan meningkatkan kebutuhan gizi bagi para siswa. Tetapi, karena ada kelalaian penyedia SPPG, kemudian hal ini menjadi hal-hal yang tidak bagus,” tuturnya.
Ia menegaskan, program MBG merupakan program yang baik dan mulia. “Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya harus menjalankan tanggung jawab masing-masing agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar terjamin,” imbuh Dhamroni.
Dhamroni mengatakan Komisi D DPRD Sidoarjo akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk melakukan hearing. Pertemuan tersebut akan membahas penyebab insiden keracunan serta langkah evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Sidoarjo.
“Kami dari Komisi D DPRD Sidoarjo besok akan mengundang para pihak yang berkepentingan untuk kemudian kita lakukan hearing. Nanti kita akan sampaikan apa saja penyebabnya dan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi di Sidoarjo,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful