Ribuan Warga Padati Grahadi Saat Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Khofifah: Cinta Tanah Air Makin Kuat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara penurunan bendera di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara penurunan bendera di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Sekitar 4.000 masyarakat mengikuti rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).

Masyarakat antusias mengikuti dua rangkaian kegiatan, yakni upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada pagi hari dan upacara penurunan bendera pada sore hari. Keduanya berlangsung tertib, khidmat, dan lancar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir langsung dalam peringatan kemerdekaan tersebut.

“Antusiasme masyarakat setiap tahunnya sangat luar biasa. Ada yang ikut pagi saja, ada yang sore saja. Bahkan ada yang keduanya, sesuai undangan yang mereka dapatkan melalui akses online,” kata Khofifah usai memimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi.

Khofifah mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat Jawa Timur.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Alhamdulillah semuanya kondusif, khidmat, dan lancar. Ini menunjukkan semangat untuk merayakan sekaligus memaknai kemerdekaan RI begitu kuat di tengah masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Khofifah, kehadiran masyarakat bukan sekadar untuk menyaksikan prosesi upacara. Partisipasi tersebut menjadi bentuk rasa memiliki terhadap bangsa sekaligus ekspresi nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia.

Beragam usia dan latar belakang masyarakat juga menciptakan suasana persatuan yang hangat. Sejumlah peserta bahkan mengenakan busana adat Nusantara.

“Banyak di antara mereka mengenakan busana adat Nusantara. Sangat indah dan sangat meriah. Inilah Indonesia, berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Merah Putih,” ungkapnya.

Khofifah menilai semangat kebangsaan tersebut menjadi modal sosial penting untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki keyakinan, kebanggaan sekaligus kecintaan yang kuat kepada Tanah Air Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat kedaulatan bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA  Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Khofifah mengajak masyarakat tidak memaknai HUT RI sekadar sebagai perayaan tahunan. Momentum kemerdekaan, kata dia, harus menjadi ruang refleksi atas perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa.

Mengacu tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui kerja bersama untuk memperkuat kedaulatan, menghadirkan keadilan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata.

“Kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Kedaulatan juga harus diwujudkan melalui ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dan budaya,” katanya.

Ia menambahkan, cita-cita keadilan dan kemakmuran membutuhkan kerja bersama, inovasi, konsistensi, dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.

Jawa Timur, lanjut Khofifah, sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional memiliki posisi strategis dalam ikut mewujudkan cita-cita tersebut.

“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama terwujudnya kedaulatan,” tegasnya.

Upacara penurunan Sang Merah Putih dipimpin langsung Khofifah. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur, pejabat Pemprov Jatim, pimpinan instansi vertikal, veteran, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Bertindak sebagai Perwira Upacara yakni Kaprot Kogartap III/Surabaya Letkol Inf Prasetya Hari Karyawan, S.H., M.H. Sementara Komandan Upacara yakni Danyon Ranratfib 2 Mar Pasmar Letkol Mar Ferry Prasetiadi.

Prosesi penurunan bendera melibatkan Tim 8 Paskibraka Provinsi Jawa Timur 2026.

Wiraditya Damar Satria asal Kabupaten Bojonegoro dari SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur bertugas sebagai pembentang bendera. Brama Sakti Kumajaya asal Kabupaten Tulungagung dari SMAN 1 Karangrejo bertugas sebagai pengerek bendera.

Sementara itu, Hanin Amalia Prayoga asal Kota Kediri dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur bertugas sebagai pembawa baki. Fayra Berliana Putri asal Kabupaten Nganjuk dari SMAN 1 Tanjunganom bertugas sebagai Komandan Peleton (Danton).

BACA JUGA  Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Seluruh anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil menjalankan tugas dengan baik. Kekompakan, kedisiplinan, dan ketepatan gerakan mereka mendapat apresiasi dari masyarakat dan undangan.

Peringatan HUT ke-81 RI di Grahadi juga dimeriahkan penampilan Marching Band “Bhahana Swara Sangkakala Bhawana” dari SMAN 1 Kepanjen, Malang.

Selain itu, masyarakat disuguhi tari kolosal “Reog Kyai Lodra” serta persembahan siswi Sekolah Rakyat Banyuwangi yang berkolaborasi dengan paduan suara gabungan mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Khofifah mengatakan keterlibatan generasi muda melalui seni, budaya, musik, dan kreativitas menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan.

“Perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi panggung untuk menunjukkan kekayaan budaya, kreativitas, persatuan, dan kebinekaan Indonesia,” katanya.

Menurut dia, keberagaman yang ditampilkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Persatuan dan kerukunan menjadi fondasi penting bagi Jawa Timur dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Semangat persatuan harus terus kita rawat. Tantangan ke depan membutuhkan masyarakat yang guyub, rukun, dan mampu bekerja bersama. Dengan persatuan yang kuat, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi Jawa Timur,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah rangkaian upacara berakhir. Nilai nasionalisme, persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Tanah Air harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja, karya, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap kemeriahan HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi menjadi energi positif untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jawa Timur.

“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Mari kita rawat persatuan, kita kuatkan kolaborasi dan bersama-sama mendorong Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks
Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab
Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri
Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim
Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim
Bupati Subandi Gerak Cepat Evaluasi MBG Sidoarjo, Kepala SPPG Diminta Perketat Pengawasan
Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla
FPKS Jatim Setujui Penyertaan Modal Jamkrida Rp100 Miliar, Tekankan Manfaat untuk UMKM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Selasa, 8 September 2026 - 23:20 WIB

Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab

Selasa, 8 September 2026 - 21:42 WIB

Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim

Selasa, 8 September 2026 - 14:40 WIB

Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Berita Terbaru

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:20 WIB

WhatsApp