Usai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jatim Fokus Tingkatkan Kesejahteraan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sampaikan seusai bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sampaikan seusai bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjalankan empat pedoman utama yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Menurut Khofifah, empat pedoman tersebut dapat menjadi acuan dalam mendorong pembangunan Jawa Timur yang semakin maju dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Khofifah seusai bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat (14/8/2026).

Khofifah menyebut kepemimpinan pada dasarnya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” ungkap Khofifah.

Dalam pidatonya di hadapan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden Prabowo menyampaikan empat hal yang menjadi pegangan pemerintah.

Pertama, bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kedua, menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital.

Khofifah menilai salah satu bentuk implementasi kepentingan nasional tersebut adalah mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Ketika nasional tengah berupaya swasembada pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi kedaulatan pangan berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Khofifah menyebut Indonesia pada 2026 telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

BACA JUGA  Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab

Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi dengan produksi terbesar untuk sejumlah komoditas strategis, seperti beras, jagung, gula, daging ayam, telur, hingga daging sapi.

“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Pedoman ketiga Presiden Prabowo adalah bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Khofifah mencontohkan pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau.

Pemprov Jatim, lanjut dia, akan terus berupaya hadir dan lebih peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan berlarut-larut tanpa solusi.

“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegasnya.

Sementara itu, pedoman keempat berkaitan dengan orientasi jangka panjang. Khofifah mengatakan setiap kebijakan pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga harus mempertimbangkan masa depan generasi berikutnya.

Salah satunya melalui optimalisasi bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Menurut Khofifah, bonus demografi merupakan peluang besar yang harus dipersiapkan dengan baik agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan.

“Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Khofifah kembali menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan. Ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum bonus demografi dengan menyiapkan generasi penerus Jawa Timur dan Indonesia secara optimal.

BACA JUGA  Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla

Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bahwa pembangunan manusia merupakan fondasi utama pembangunan nasional.

“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan sumber daya manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu,” kata Khofifah.

Ia juga menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah optimistis empat pedoman tersebut dapat menjadi arah bersama dalam menjalankan pembangunan hingga tingkat paling bawah. Menurutnya, seluruh kebijakan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Ia juga optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo dapat diwujudkan.

Pertumbuhan ekonomi dan investasi, kata Khofifah, diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks
Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab
Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri
Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim
Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim
Bupati Subandi Gerak Cepat Evaluasi MBG Sidoarjo, Kepala SPPG Diminta Perketat Pengawasan
Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla
FPKS Jatim Setujui Penyertaan Modal Jamkrida Rp100 Miliar, Tekankan Manfaat untuk UMKM
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Selasa, 8 September 2026 - 23:20 WIB

Sekda Sidoarjo Tegaskan Pemecatan Kepala SPPG dan Suspend MBG Bukan Wewenang Pemkab

Selasa, 8 September 2026 - 21:42 WIB

Wabup Mimik Serahkan Bansos untuk 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gubernur Khofifah Optimistis Tambahan Modal Jamkrida Rp100 Miliar Perkuat Akses Permodalan UMKM Jatim

Selasa, 8 September 2026 - 14:40 WIB

Bangun Winarso Ingatkan Pemkab Sidoarjo Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jatim

Berita Terbaru

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:20 WIB

WhatsApp