Bimtek Industri Hijau Digelar, Disperindag Sidoarjo Dorong IKM Lebih Kompetitif

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Disperindag Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus foto bersama dengan Peserta Pelaku Industri di Aula Edotel Sidoarjo. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Plt. Kepala Disperindag Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus foto bersama dengan Peserta Pelaku Industri di Aula Edotel Sidoarjo. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mulai menerapkan konsep industri hijau dalam proses produksinya. Langkah ini dinilai penting untuk menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penerapan industri hijau yang digelar di Aula Hotel Edotel Sidoarjo, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus 2026.

Bimtek tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Disperindag Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus dan diikuti sekitar 50 pelaku industri kecil dan menengah dari berbagai sektor.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Putranti Cahyaningsiwi mengatakan, penerapan industri hijau menjadi bagian dari edukasi kepada pelaku industri agar memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap tahapan produksi.

“Mulai dari efisiensi energi dan air, kemudian proses produksinya berkelanjutan. Penggunaan bahan baku juga harus lebih efektif sehingga bisa meningkatkan daya saing dan menghasilkan proses produksi yang ramah lingkungan,” kata Putranti kepada wartawan usai kegiatan.

Menurutnya, penerapan konsep industri hijau perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Selain menjaga lingkungan, langkah tersebut juga menjadi kebutuhan industri seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan.

“Industri bisa sustain dan memiliki daya saing. Sekarang konsumen semakin cerdas dalam memilih produk yang lebih ramah lingkungan,” ujar Putranti. 

Putranti menjelaskan, konsep industri hijau tidak hanya berkaitan dengan produk akhir. Hal yang menjadi perhatian utama adalah manajemen proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi hingga distribusi.

“Mulai penggunaan bahan baku, proses produksinya dibuat lebih efisien supaya tidak banyak bahan baku yang terbuang. Bahan baku yang digunakan juga diupayakan ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas dan dampaknya terhadap lingkungan bisa diminimalkan,” jelasnya.

BACA JUGA  Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

Ia menambahkan, penerapan industri hijau berlaku untuk seluruh proses produksi, bukan hanya industri yang berorientasi ekspor maupun impor.

“Semua produk dan proses produksi harus memperhatikan dampak lingkungan. Jadi, bukan hanya soal ekspor-impor. Kalau perdagangan lebih berkaitan dengan distribusi, sedangkan industri hijau yang kita kuatkan di sini adalah proses produksinya,” tambah Putranti.

Bimtek tersebut secara khusus menyasar pelaku industri dengan skala kecil dan menengah. Menurut Putranti, edukasi seperti ini perlu dilakukan secara kontinu mengingat jumlah pelaku industri di Sidoarjo cukup banyak.

“Untuk hari ini sekitar 50 peserta yang kita edukasi. Ke depan kalau ada program lagi, akan kita rolling untuk industri lain yang bisa kita fasilitasi,” katanya.

Putranti menyebut penerapan industri hijau menjadi pekerjaan rumah bersama. Pelaku industri diharapkan memahami bagaimana menjalankan proses produksi yang efisien sekaligus ramah lingkungan.

“Memang harus dilakukan pelan-pelan dan kontinu. Industri kita jumlahnya ribuan, sehingga edukasinya juga harus bertahap,” imbuhnya.

Putranti menjelaskan, kewenangan Disperindag Kabupaten Sidoarjo berada pada pembinaan industri kecil dan menengah. Sementara untuk industri besar menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Kalau kewenangan kami di kabupaten adalah industri kecil dan menengah. Untuk industri besar sudah menjadi kewenangan provinsi,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp