Puguh DPRD Jatim Soroti Kasus Viral Pasien BPJS, Ingatkan Nakes Jaga Marwah Profesi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Viralnya dugaan perundungan terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial yang belakangan dikabarkan meninggal dunia memantik perhatian publik. Peristiwa tersebut dinilai harus menjadi momentum evaluasi, terutama bagi tenaga kesehatan, agar tetap menjunjung tinggi etika profesi, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengaku prihatin atas ramainya komentar bernada mencibir yang diduga dilakukan sejumlah tenaga kesehatan terhadap pasien yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait pelayanan BPJS Kesehatan melalui platform Threads.

Menurut Puguh, terlepas dari proses penelusuran fakta yang masih berlangsung, tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk mengedepankan empati kepada pasien, bukan justru memperkeruh situasi melalui komentar yang berpotensi melukai perasaan.

“Ini menjadi pembelajaran yang luar biasa dalam etika bermedia sosial. Hari ini seolah-olah kebebasan di media sosial tidak memiliki batas. Padahal kita sebagai bangsa Indonesia diwarisi nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi etika, kepatutan, serta sikap saling menghargai dan menghormati sesama,” ujar Puguh dikutip dari laman resmi fraksi PKS Jatim itu, Jumat (7/8/2026).

Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Malang Raya itu menegaskan, profesi tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjaga sikap, empati, dan profesionalisme, baik saat bertugas maupun ketika menyampaikan pendapat di media sosial.

“Saya cukup menyayangkan peristiwa viral ini. Ironisnya, yang banyak menghujat diduga justru tenaga kesehatan yang seharusnya menjaga marwah sebagai seorang tenaga kesehatan,” katanya.

Puguh menilai kebebasan berekspresi di media sosial tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Setiap unggahan maupun komentar, kata dia, memiliki konsekuensi dan dapat berdampak terhadap kehidupan orang lain.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Ia juga mengingatkan, apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam unggahan atau komentar di media sosial, maka proses penegakan hukum harus tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang ada yang masuk dalam delik Undang-Undang ITE, saya pikir harus ditegakkan hukumnya. Tetapi yang lebih penting, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Menurut Puguh, budaya digital yang sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakat mengedepankan pengendalian diri, etika, dan moralitas dalam setiap aktivitas di ruang digital. Media sosial, lanjutnya, semestinya menjadi ruang untuk saling menguatkan, bukan menghakimi orang yang sedang menghadapi persoalan.

“Kebebasan bermedia sosial harus diikuti dengan pengendalian diri serta nilai-nilai kepatutan dan moralitas yang baik. Kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita ucapkan, apa yang kita tuliskan, dan apa yang kita lakukan di ruang digital,” ujarnya.

Puguh berharap peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya tenaga kesehatan, agar selalu mengedepankan empati serta menjaga kehormatan profesi dalam situasi apa pun.

“Harapannya, peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi. Media sosial harus menjadi ruang untuk saling menguatkan antar sesama anak bangsa, bukan menjadi tempat yang justru melukai mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp