Surabaya – Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, keberhasilan BGN mengungkap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program sekaligus mengembalikan dana negara sebesar Rp311,2 miliar menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Saya mengapresiasi langkah tegas Kepala BGN, Bapak Sudaryono, yang tidak ragu melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Senator Lia Istifhama, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan hasil penyisiran BGN, ditemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang bermasalah. Temuan tersebut meliputi rekening ganda, dapur fiktif, hingga dapur yang belum beroperasi.
Melalui proses evaluasi tersebut, BGN berhasil mengembalikan dana negara sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara melalui sejumlah bank penyalur.
Senator Lia menilai, langkah tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya berfokus memperluas jangkauan layanan MBG, tetapi juga memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Keberhasilan menyelamatkan ratusan miliar rupiah uang negara adalah bentuk keberpihakan kepada rakyat. Dana tersebut merupakan hak masyarakat yang harus digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan justru disalahgunakan,” katanya.
Anggota Komite III DPD RI itu juga mendukung sikap BGN yang membuka peluang menyerahkan hasil audit kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.
“Jika memang terdapat unsur pelanggaran hukum, maka proses penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan transparan. Hal ini penting untuk memberikan efek jera sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Keponakan Gubenur Jawa Timur itu.
Menurut Senator Lia, evaluasi yang dilakukan BGN merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Ia berharap pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan Program MBG terus diperketat, mulai dari proses pengadaan, distribusi, hingga operasional dapur penyedia makanan.
“Program sebesar ini tentu membutuhkan sistem pengawasan yang kuat. Transparansi dan evaluasi berkala harus menjadi budaya kerja agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Senator Lia optimistis, komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan internal akan membuat Program Makan Bergizi Gratis semakin kredibel dan mampu menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Publik tentu berharap program ini terus berjalan dengan baik. Karena itu, setiap potensi penyimpangan harus ditindak sejak dini. Saya percaya langkah yang dilakukan Kepala BGN merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berada di jalur yang benar dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -