AHY: Karapan Sapi Adalah Identitas Madura, Infrastruktur Harus Mengiringi Kemajuan Daerah

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Demokrasi Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui awak media usai pembukaan kejuaraan Karapan Sapi Piala AHY se-Madura, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 tahun Partai Demokrat di Stadion Karapan Sapi R.P Moch Noer Bangkalan. (Dok. Syaiful/digitaljatim)

Ketua Umum Partai Demokrasi Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui awak media usai pembukaan kejuaraan Karapan Sapi Piala AHY se-Madura, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 tahun Partai Demokrat di Stadion Karapan Sapi R.P Moch Noer Bangkalan. (Dok. Syaiful/digitaljatim)

Bangkalan – Karapan Sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan warisan dan tradisi budaya yang harus terus dilestarikan sekaligus didorong menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata Madura. Karena itu, pembangunan infrastuktur di Pulau Madura juga harus menjadi prioritas agar potensi daerah berkembang semakin optimal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Demokrasi Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui awak media usai pembukaan kejuaraan Karapan Sapi Piala AHY se-Madura, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 tahun Partai Demokrat di Stadion Karapan Sapi R.P Moch Noer Bangkalan, Minggu (2/7/2026).

AHY mengaku baru pertama kali menyaksikan secara langsung tradisi karapan sapi di Madura. Menurutnya, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam karena Karapan Sapi merupakan identitas budaya yang tidak dimiliki wilayah lain.

“Karapan sapi bukan hanya milik Madura, tetapi juga milik Nusantara. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan digital, tradisi seperti ini harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga membandingkan karapan sapi dengan berbagai tradisi khas dunia seperti Rodeo di Amerika Serikat dan Matador di Spanyol. Menurut AHY, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus kebanggaan nasional.

“Kalau Amerika memiliki Rodeo dan Spanyol memiliki matador, maka Indonesia memiliki karapan sapi di Madura. Ini merupakan kekayaan budaya yang harus terus kita banggakan dan lestarikan,” kata AHY.

Lebih lanjut, AHY menilai karapan sapi mencerminkan karakter masyarakat Madura yang dikenal pekerja keras, berani menghadapi tantang, serta menjunjung tinggi kehormatan. 

“Tapi nilai itu sangat kuat yaitu kerja keras, keberanian, dan kehormatan. Karakter tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat Madura untuk terus maju,” ungkapnya. 

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan

Selain upaya pelestarian budaya, Menko Infrastuktur dan Wilayah mengatakan kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengungsi dinilai mampu menggerakkan pelaku UMKM, sektor perdagangan hingga pariwisata lokal.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarkat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan membuka peluang wisata yang lebih besar,” tutur AHY. 

Dalam kesempatan ini, Ia juga menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan. 

“Kami ingin terus membangun kebersamaan dengan semua elemen masyarakat agar solusi terhadap persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli masyarakat, penegakan hukum, hingga demokrasi dapat berjalan dengan baik,” tuturnya. 

Tak hanya itu, Menko AHY juga menyoroti pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, hingga revitalisasi fasilitas stadion.

Menurutnya, kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten dan Provinsi masih memerlukan perbaikan agar Konektivitas antar wilayah semakin baik.

“Infrastruktur yang memadai akan mempercepat mobilitas, sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Stadion yang kita gunakan hari ini juga perlu direvitalisasi, agar semakin representatif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, termasuk mancanegara,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan
Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan
Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum
Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Berita Terbaru

WhatsApp