Sidoarjo – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo membongkar sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung di belakang Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Jumat (31/7/2026). Untuk menjangkau lokasi, petugas harus memanjat dinding pembatas karena bangunan berada di kawasan sempit di sisi rel kereta api.
Gubuk berukuran sekitar 1,5 x 2 meter itu berdiri di atas lahan milik PT KAI. Penertiban dilakukan setelah Satpol PP menerima laporan masyarakat yang resah dengan dugaan aktivitas prostitusi di lokasi tersebut.
Sebelum pembongkaran, Satpol PP terlebih dahulu menyampaikan surat pemberitahuan kepada PT KAI sebagai pemilik aset tempat bangunan itu berdiri.
Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan penghuni maupun aktivitas di dalam gubuk. Setelah dilakukan pendataan, bangunan tersebut langsung dibongkar dan dimusnahkan agar tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas yang diduga melanggar norma sosial maupun ketentuan peraturan daerah.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan mengatakan penertiban merupakan tindak lanjut atas lapor warga sekaligus upaya menjaga ketertiban umum.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas prostitusi di lokasi tersebut. Karena itu, kami melakukan penertiban terhadap gubuk yang diduga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi,” kata Yany.
Yany menjelaskan, koordinasi dengan PT KAI dilakukan sebelum penertiban karena bangunan berdiri di atas aset perusahaan.
“Sebelum dilakukan pembongkaran, kami telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada PT KAI. Gubuk ini kemudian dibongkar dan dimusnahkan agar tidak lagi digunakan untuk aktivitas serupa,” ujarnya.
Menurut Yany, pembongkaran dilakukan sebagai langkah pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, Satpol PP akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran ketertiban umum, termasuk dugaan praktik prostitusi terselubung.
“Kami akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -