El Nino Menguat, Agus Cah DPRD Jatim Dorong Pemerintah Lindungi Petani dan Antisipasi Krisis Air Bersih

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono. (Dok. Istimewa)

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono. (Dok. Istimewa)

Surabaya Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Ancaman kekeringan yang memicu penurunan debit air hingga berpotensi menyebabkan gagal panen menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX, Agus Cahyono.

Legislator yang mewakili Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi itu mengaku menerima banyak keluhan dari para petani yang kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim tersebut mengatakan, kondisi itu mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian di lima kabupaten di wilayah selatan dan barat Jawa Timur.

“Dampak yang paling dirasakan saat ini adalah petani yang masih menanam padi. Awalnya ketersediaan air masih cukup sehingga diperkirakan tanaman bisa bertahan hingga panen. Namun, hujan tidak kunjung turun, sementara debit air sungai maupun saluran irigasi terus menyusut,” ujar Agus dikutip laman resmi Fraksi PKS Jatim, Rabu (29/7/2026).

Menurut Agus Cah, berdasarkan hasil dialog dengan sejumlah kelompok tani di daerah pemilihannya, banyak petani kini terpaksa memanfaatkan air tanah menggunakan pompa berbahan bakar BBM maupun listrik agar tanaman padinya tidak mati.

Kondisi tersebut justru meningkatkan biaya produksi secara signifikan.

“Petani menyampaikan kepada kami bahwa mereka harus mengairi sawah menggunakan pompa air. Ada yang memakai BBM, ada juga yang menggunakan listrik. Akibatnya biaya produksi meningkat sehingga mereka mengalami kerugian,” katanya.

Agus mengungkapkan, tidak sedikit petani yang akhirnya memilih membiarkan tanaman padinya mengering. Pasalnya, biaya untuk menyelamatkan tanaman dinilai lebih besar dibandingkan potensi hasil panen yang akan diperoleh.

“Saya sempat bertemu dengan ketua kelompok tani. Mereka menyampaikan bahwa jika sawah diairi menggunakan pompa berbahan bakar BBM, kerugiannya bisa mencapai sekitar 80 persen. Kondisi ini tentu sangat memberatkan petani,” ungkap legislator Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut.

BACA JUGA  Bu Mun Ungkap Rahasia Tetap Bugar kepada Senator Lia, Pertemuan Dua Politisi Perempuan Jadi Inspirasi

Karena itu, Agus meminta pemerintah segera menyiapkan langkah strategis untuk meminimalkan dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Salah satunya dengan memperkuat kembali program asuransi pertanian sebagai bentuk perlindungan bagi petani.

“Dulu pernah ada program asuransi petani. Menurut saya program tersebut perlu dievaluasi dan diperkuat agar benar-benar mampu melindungi petani ketika mengalami gagal panen akibat kekeringan,” tegasnya.

Selain berdampak pada sektor pertanian, Agus juga menyoroti mulai munculnya persoalan kekurangan air bersih di sejumlah daerah yang terdampak kekeringan.

Ia berharap pemerintah daerah bergerak cepat melakukan langkah antisipatif melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial yang selama ini aktif menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Daerah-daerah yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih harus segera mendapat perhatian. Pemerintah perlu berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar distribusi bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Lia Istifhama dan Gagasan Otonomi Berkeadilan, Lantang Bersuara hingga Rangkul Generasi Muda
Relokasi Pabrik China ke Madura, Harisandi DPRD Jatim Minta Warga Lokal Jadi Prioritas
Puguh DPRD Jatim Soroti Kasus Viral Pasien BPJS, Ingatkan Nakes Jaga Marwah Profesi
Bu Mun Ungkap Rahasia Tetap Bugar kepada Senator Lia, Pertemuan Dua Politisi Perempuan Jadi Inspirasi
Pekan ASI Sedunia 2026, Senator Lia Istifhama Ajak Semua Pihak Dukung ASI Eksklusif
Ketegasan Sudaryono Selamatkan Rp311,2 M Dana MBG, Senator Lia Istifhama Beri Apresiasi Tinggi
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Harisandi DPRD Jatim: Jangan Sampai Keselamatan Penumpang Dikalahkan Kelalaian
Ning Lia Raih Penghargaan Radar Surabaya Group, Komitmen Kawal Aspirasi Warga Jatim Diapresiasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Senator Lia Istifhama dan Gagasan Otonomi Berkeadilan, Lantang Bersuara hingga Rangkul Generasi Muda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Relokasi Pabrik China ke Madura, Harisandi DPRD Jatim Minta Warga Lokal Jadi Prioritas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Kasus Viral Pasien BPJS, Ingatkan Nakes Jaga Marwah Profesi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:24 WIB

Bu Mun Ungkap Rahasia Tetap Bugar kepada Senator Lia, Pertemuan Dua Politisi Perempuan Jadi Inspirasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Pekan ASI Sedunia 2026, Senator Lia Istifhama Ajak Semua Pihak Dukung ASI Eksklusif

Berita Terbaru

WhatsApp