Hadiri HUT PGLII ke-55, Wagub Emil Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sosial Era Digital

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak  saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) di Hotel Novotel Samator Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) di Hotel Novotel Samator Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan sosial di era digital. Salah satu yang menjadi sorotan adalah munculnya fenomena masyarakat bersumbu pendek, yakni kecenderungan mudah terpancing emosi, terburu-buru menyimpulkan persoalan, serta minim melakukan verifikasi informasi.

Ajakan itu disampaikan Emil saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) di Hotel Novotel Samator Surabaya, Jumat (24/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Emil mengapresiasi kiprah PGLII yang telah hadir selama lebih dari lima dekade dan berkontribusi memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta harmoni sosial di Jawa Timur.

Menurutnya, usia 55 tahun menjadi bukti kematangan organisasi sekaligus modal besar untuk terus mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“PGLII telah lama hadir dan menyatu dengan masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Pemprov Jatim dan PGLII juga telah lama menjalin kolaborasi strategis yang kami harapkan terus berkembang demi kepentingan masyarakat,” ujar Emil dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Emil mengatakan kehadirannya dalam peringatan HUT PGLII bukan kali pertama. Hal itu menunjukkan eratnya hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan PGLII yang selama ini menjadi salah satu mitra strategis dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam arahannya, Emil mengajak peserta merefleksikan tantangan kehidupan di era digital yang semakin kompleks. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial, ditambah pola konsumsi konten yang serba cepat, membuat masyarakat rentan bereaksi secara emosional tanpa memahami konteks persoalan secara utuh.

“Giringan-giringan ini membuat potensi masyarakat menjadi bersumbu pendek semakin tinggi. Mudah tersinggung sebelum melihat keseluruhan peristiwa, bahkan menganggap setiap orang harus selalu sempurna. Padahal kondisi mental dan fisik setiap orang tidak selalu stabil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7).

BACA JUGA  Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR

Karena itu, Emil menilai fenomena masyarakat bersumbu pendek harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penguatan pemahaman melalui berbagai forum, termasuk kegiatan yang digelar PGLII, penting dilakukan untuk membangun masyarakat yang lebih bijak dalam menyikapi informasi.

Ia juga mengingatkan ancaman cognitive debt atau utang kognitif akibat menurunnya kebiasaan berpikir kritis serta ketergantungan berlebihan terhadap kecerdasan buatan (AI) dan algoritma media sosial. Menurutnya, algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang sejalan dengan preferensi pengguna sehingga berpotensi membentuk ruang gema (echo chamber) yang memicu fanatisme sempit dan menutup pandangan yang lebih seimbang.

“Kita harus melawan ancaman budaya sumbu pendek ini. Kita harus melakukan counter,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Emil menekankan pentingnya konsistensi antara nilai-nilai yang diajarkan dalam forum keagamaan dengan perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial. Ia berharap seluruh anggota dan pengurus PGLII mampu menjadi penebar nilai-nilai kebaikan sekaligus agen toleransi di tengah masyarakat.

“Perlu peran nyata dari kita bersama untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif perkembangan teknologi. Kiprah organisasi yang telah berdiri lebih dari setengah abad ini harus terus dijaga,” katanya.

Emil juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus bersinergi dengan PGLII dalam berbagai program kemasyarakatan.

“Terutama bagi generasi muda agar menjadi penebar benih-benih kebaikan. Menjadi netizen yang berkarakter, baik saat berada di lingkungan PGLII maupun di luar organisasi. Jawa Timur harus terus menjadi oase bagi nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII Pendeta Tommy O. Lengkong, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Eddy Supriyanto, serta jajaran pengurus wilayah PGLII Jawa Timur.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas
Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan
DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir
Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa
Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha
Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR
Napak Tilas Ning Lia ke Ponpes Canga’an, Menyusuri Jejak Rumah Besar Nahdlatul Ulama
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas

Senin, 27 Juli 2026 - 23:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:00 WIB

Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:25 WIB

Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:32 WIB

Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp