Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Gubernur Khofifah: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan Nasional

Penulis Nama Penulis Anda
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. (dok. Humas Pemprov)

Penulis: Nama Penulis AndaEditor: Syaiful Hidayat

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026) kemarin. 

Kegiatan yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia tersebut menjadi bagian dari program nasional penguatan ketahanan pangan melalui sinergi tiga matra TNI dalam mengembangkan komoditas pangan strategis.

Di Lanud Abdulrachman Saleh, panen raya dipusatkan pada komoditas tebu sebagai kontribusi TNI Angkatan Udara dalam mendukung program swasembada gula nasional. Sementara TNI Angkatan Darat mengembangkan komoditas padi dan TNI Angkatan Laut fokus pada pengembangan kedelai.

Gubernur Khofifah mengatakan, model kolaborasi yang dibangun melalui Panen Raya TNI menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan lagi menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan gerakan bersama seluruh komponen bangsa sesuai dengan peran dan potensi masing-masing.

“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, penguatannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” imbuh Khofifah.

Khofifah menjelaskan, tiga komoditas yang menjadi fokus Panen Raya TNI memiliki posisi sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Padi menjadi penyangga utama kebutuhan pangan masyarakat, tebu menopang percepatan swasembada gula, sedangkan kedelai menjadi komoditas penting yang terus didorong peningkatan produksinya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Ia menambahkan, pembangunan sektor pangan harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan produktivitas lahan, pemanfaatan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan petani, pengembangan riset dan inovasi, serta sinergi lintas sektor agar setiap komoditas strategis mampu memberikan kontribusi optimal bagi ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks tersebut, Jawa Timur memiliki peran yang sangat strategis. Selain menjadi produsen gula terbesar di Indonesia, Jawa Timur juga merupakan salah satu lumbung padi nasional dan terus memperkuat pengembangan komoditas kedelai sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap agenda besar ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Di sektor pergulaan, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Sepanjang tahun 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai sekitar 1,34 juta ton, menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Capaian tersebut semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama industri gula nasional sekaligus daerah strategis dalam mewujudkan swasembada gula.

BACA JUGA  Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Khofifah menilai dipusatkannya Panen Raya TNI komoditas tebu di Lanud Abdulrachman Saleh merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas Jawa Timur dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.

“Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” katanya.

Komitmen tersebut terus diperkuat melalui berbagai program transformasi sektor pergulaan. Pada tahun 2026, Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Dengan demikian, total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Selain tebu, kontribusi Jawa Timur juga ditopang sektor tanaman pangan, khususnya padi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari luasan tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun 2024. Jumlah tersebut setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk dan semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia.

Khofifah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang dibangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani melalui optimalisasi pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan berkelanjutan kepada petani.

Menurut Khofifah, keberhasilan meningkatkan produksi padi membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, pada komoditas kedelai, Jawa Timur juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan nasional. Berbagai langkah dilakukan mulai dari peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan pendampingan petani guna meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

BACA JUGA  Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Khofifah menegaskan, penguatan ketiga komoditas strategis tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus dibangun secara komprehensif melalui pengembangan berbagai subsektor pertanian yang saling mendukung.

Ia juga mengapresiasi peran aktif TNI yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan produktif serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan petani.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Ketika seluruh komponen bangsa bergerak dalam satu tujuan, saya yakin cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan akan semakin cepat terwujud,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia. Sebagai produsen gula terbesar nasional, salah satu lumbung padi Indonesia, serta daerah yang terus memperkuat pengembangan kedelai, kami siap mempererat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” lanjut Khofifah.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik merupakan bukti bahwa ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kolaborasi seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan bekerja bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat serta mampu memanfaatkan seluruh kekayaan alam demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

“Kita optimistis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan menjadi negara makmur. Kita ingin menjadi bangsa yang bangkit. Kekuatan dan kesejahteraan masyarakatnya menjadi pertahanan yang kuat bagi suatu bangsa,” pungkasnya.

Penulis : Nama Penulis Anda

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa
Kasus Narkoba Sidoarjo Peringkat Ketiga di Jatim, Warih DPRD Minta Tes Urine Pelajar Diperluas
BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega
Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Dinobatkan Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Gubernur Khofifah Ajak Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala Dunia di Grahadi, Sportivitas Jadi Pesan Utama
Panen Raya Perkuat Ketahanan Pangan, Senator Lia Istifhama Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani
Khofifah-Emil Terima Menhub Dudy di Grahadi, Infrastruktur Transportasi Terintegrasi Jatim Dikebut
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:41 WIB

Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:52 WIB

Kasus Narkoba Sidoarjo Peringkat Ketiga di Jatim, Warih DPRD Minta Tes Urine Pelajar Diperluas

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:41 WIB

BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Dinobatkan Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp