Wagub Emil Launching HAJI C-AIRRe 2026, Tonggak Transformasi Digital Kesehatan Jawa Timur

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya
– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi meluncurkan
Ekosistem Teknologi Digital Kesehatan dan Pelayanan Non-Tunai HAJI C-AIRRe
(Collaborative Artificial Intelligence and Robotic Research Innovation
Ecosystem in Healthcare) 2026 di Ruang Pertemuan Serambi Mekkah RSUD Haji
Provinsi Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).

Peluncuran
tersebut menjadi tonggak penting transformasi digital sektor kesehatan di Jawa
Timur menuju rumah sakit berkelas dunia yang mengintegrasikan pelayanan
kesehatan, riset, pendidikan, inovasi, serta teknologi berbasis Artificial
Intelligence (AI) dan robotika.

Mewakili
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Emil menegaskan bahwa HAJI
C-AIRRe bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun sebuah
ekosistem inovasi kesehatan yang mempertemukan rumah sakit, perguruan tinggi,
dunia usaha, lembaga riset, industri kesehatan, hingga sektor keuangan dalam
satu kolaborasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

“HAJI
C-AIRRe bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi menjadi langkah nyata
membangun ekosistem pelayanan kesehatan, riset, inovasi, dan digitalisasi yang
terintegrasi menuju rumah sakit berstandar internasional,” kata Emil.

Menurut
Emil, transformasi digital kesehatan merupakan implementasi Program Jatim Sehat
dalam Nawa Bhakti Satya yang diperkuat melalui RPJMD Provinsi Jawa Timur
2025-2029. Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang
semakin merata, berkualitas, inklusif, meningkatkan usia harapan hidup,
menurunkan prevalensi stunting menjadi 12 persen pada 2029, sekaligus
mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen di seluruh
kabupaten/kota.

Ia
menambahkan, peluncuran HAJI C-AIRRe juga menjadi bagian dari implementasi
berkelanjutan Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang
terus didorong Gubernur Khofifah sebagai strategi mempercepat transformasi tata
kelola pemerintahan, termasuk digitalisasi pelayanan kesehatan dan sistem
transaksi non-tunai di lingkungan rumah sakit pemerintah.

“Transformasi
digital kesehatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan agar pelayanan
publik semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan kesehatan di masa
depan,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan

Emil
menjelaskan terdapat dua kata kunci utama yang harus menjadi roh pengembangan
HAJI C-AIRRe ke depan, yakni utilisasi dan ekosistem.

Menurutnya,
seluruh inovasi yang dihasilkan harus benar-benar dimanfaatkan dalam pelayanan
kesehatan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas diagnosis dokter,
mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi, sekaligus memberikan pengalaman
pelayanan yang lebih baik bagi pasien.

“Kata
kuncinya adalah utilisasi. Apapun inovasi yang dihasilkan harus dimanfaatkan.
Karena itu dibutuhkan dukungan seluruh insan civitas hospitalia, khususnya para
dokter dan tenaga kesehatan, agar mampu memanfaatkan teknologi ini dalam
meningkatkan kualitas diagnosis, pelayanan yang lebih cepat, lebih akurat, dan
pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi pasien,” tegasnya.

Di
sisi lain, Emil menilai keberhasilan inovasi tidak cukup hanya menghasilkan
teknologi, tetapi harus dibangun melalui ekosistem kolaborasi yang kuat antara
rumah sakit, perguruan tinggi, dunia usaha, industri kesehatan, lembaga riset,
hingga pemerintah.

“Yang
kedua adalah ekosistem. Setelah hari ini saya berharap akan lahir berbagai
inovasi lainnya karena ekosistemnya sudah terbentuk. Kemitraan dengan
kampus-kampus telah terbangun dan ini menjadi apresiasi atas optimisme serta
kerja keras seluruh civitas akademika dan insan rumah sakit,” katanya.

Menurut
Emil, ukuran keberhasilan sebuah inovasi bukanlah banyaknya produk yang
dihasilkan, melainkan besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Ibu
Gubernur selalu memberikan apresiasi terhadap setiap inovasi. Tetapi yang lebih
penting bukan berapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar
outcome yang diberikan. Ukurannya adalah semakin banyak senyum keluarga pasien
karena mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Karena
itu, Emil berharap pemanfaatan HAJI C-AIRRe nantinya dapat diperluas secara
bertahap di seluruh rumah sakit UOBK milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur
sehingga tingkat utilisasi teknologi semakin tinggi dan dampaknya terhadap
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan semakin nyata.

Ia
juga menekankan pentingnya menyusun roadmap pengembangan bersama perguruan
tinggi agar berbagai inovasi yang dihasilkan dapat distandardisasi,
diintegrasikan ke dalam pedoman praktik pelayanan kesehatan, hingga pada
akhirnya dapat dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan yang lebih luas.

BACA JUGA  Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

“Roadmap
harus disusun bersama perguruan tinggi sehingga kita memiliki target yang jelas
sampai teknologi ini benar-benar dapat diandalkan, distandardisasi, dan
dimanfaatkan oleh lebih banyak fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Lebih
jauh, Emil berharap rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan
kesehatan, tetapi juga menjadi inkubator lahirnya berbagai inovasi teknologi
medis nasional.

“Kalau
kita berbicara tentang kedaulatan bangsa, selain kedaulatan pangan dan energi,
kedaulatan teknologi medis juga sangat penting. Pengalaman pandemi Covid-19
mengajarkan kepada kita betapa strategisnya kemampuan bangsa dalam
mengembangkan teknologi kesehatan sendiri,” katanya.

Untuk
itu, ia mengapresiasi kolaborasi RSUD Haji Provinsi Jawa Timur bersama
Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bank
Indonesia, Bank Jatim, serta berbagai mitra strategis lainnya yang dinilai
menjadi implementasi nyata model pentahelix dalam membangun ekosistem inovasi
kesehatan yang berkelanjutan.

Dalam
implementasinya, HAJI C-AIRRe dibangun di atas dua pilar utama, yakni Financial
and Operational Excellence serta Clinical Excellence sebagai fondasi
transformasi digital rumah sakit yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan
medis sekaligus memperkuat efisiensi tata kelola organisasi.

Menutup
sambutannya, Emil mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga semangat
“From Research to Impact, From AI to Humanity”, sehingga setiap hasil
penelitian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga
kolaborasi antara rumah sakit dan perguruan tinggi terus berkembang, rumah
sakit menjadi inkubator inovasi teknologi medis, serta HAJI C-AIRRe mampu
memperkuat kemandirian teknologi kesehatan nasional sekaligus menghadirkan
pelayanan kesehatan yang semakin cepat, aman, berkualitas, dan berpusat pada
pasien. Semoga Allah SWT meridai seluruh ikhtiar baik kita bersama,”
pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp