Khofifah Lantik Enam Pejabat Pemprov Jatim, Minta Layanan Publik Lebih Akuntabel dan Profesional

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/7/2026). Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/2346/204/2026 tanggal 13 Juli 2026.

Enam pejabat yang dilantik yakni R. Heru Wahono Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Iwan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim, Budi Raharjo sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jember, I Nyoman Gunadi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim, Arif Endro Utomo sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Provinsi Jatim, serta Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan penataan organisasi untuk meningkatkan efektivitas birokrasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang kita bangun adalah akuntabilitas dan percepatan layanan di semua lini agar pelayanan kepada masyarakat semakin akuntabel, efektif, transparan, dan profesional,” ujarnya.

Khofifah secara khusus meminta untuk mempercepat implementasi transformasi digital dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Percepatan transformasi digital sebagai strategi utama mewujudkan pelayanan publik yang semakin akuntabel, efektif, transparan, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pola pelayanan yang masih bergantung pada interaksi langsung (face to face) harus terus dikurangi melalui penguatan layanan berbasis sistem digital yang lebih cepat, mudah diakses, dan transparan.

Langkah tersebut, menurut Khofifah, tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat akuntabilitas serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam proses pelayanan publik.

BACA JUGA  Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

“Saya berharap percepatan di sektor layanan publik terus dilakukan. Pertemuan face to face diminimalkan melalui transformasi layanan berbasis sistem. Dengan begitu, transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan pelayanan dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” harapnya.

Selain transformasi digital, Khofifah juga mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjaga integritas serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh seluruh pejabat,” ungkapnya.

Khofifah juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun mitra internasional.

Khofifah menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Bangun jaringan, perkuat sinergi, dan ciptakan kolaborasi, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah kebijakan penyesuaian anggaran, Gubernur Khofifah juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tetap menjaga kualitas kinerja. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi target output, outcome, maupun manfaat pembangunan yang diterima masyarakat.

Khofifah pun mendorong seluruh organisasi perangkat daerah untuk terus mengembangkan berbagai skema creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

“Kita harus semakin kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan. Penyesuaian anggaran tidak boleh mengurangi hasil yang dirasakan masyarakat. Justru inovasi dan kreativitas harus semakin diperkuat,” jelasnya.

BACA JUGA  Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Khofifah juga menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil penataan organisasi sesuai kebutuhan birokrasi. Sementara jabatan yang ditinggalkan akan diisi sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt.) hingga proses seleksi dan pengisian jabatan selesai.

“Seluruh penugasan ini merupakan rotasi sesuai kebutuhan organisasi. Tidak ada yang bersifat promotif. Jabatan yang ditinggalkan sementara diisi oleh Plt. sambil menunggu proses seleksi yang dilakukan tim asistensi dan tim penguji kompetensi teknis selesai,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa, Ketua Tim Pengangkatan dan Mutasi Analisis SDM Aparatur Ahli Madya Kantor Regional II BKN Anang Triharjono, serta Tim Penguji Kompetensi Teknis Faishal Aminudin.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa
Kasus Narkoba Sidoarjo Peringkat Ketiga di Jatim, Warih DPRD Minta Tes Urine Pelajar Diperluas
BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega
Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Dinobatkan Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Gubernur Khofifah Ajak Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala Dunia di Grahadi, Sportivitas Jadi Pesan Utama
Panen Raya Perkuat Ketahanan Pangan, Senator Lia Istifhama Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Gubernur Khofifah: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan Nasional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:41 WIB

Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:52 WIB

Kasus Narkoba Sidoarjo Peringkat Ketiga di Jatim, Warih DPRD Minta Tes Urine Pelajar Diperluas

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:41 WIB

BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Dinobatkan Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp