Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Masih Berjalan, Gubernur Khofifah Tegaskan Pemprov Dukung Program Nasional

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung. Karena itu, jumlah calon peserta didik di 18 SR permanen maupun 10 SR rintisan belum dapat dipastikan lantaran pendataan dan verifikasi masih berjalan di masing-masing kabupaten/kota.

Khofifah menjelaskan, penjaringan calon siswa dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota. Seluruh pihak saat ini terus mengoptimalkan proses tersebut agar kuota peserta didik, khususnya di 18 SR permanen, dapat terpenuhi.

“Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan sekaligus sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya konsep pendidikan berasrama,” ujar Khofifah, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pendampingan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan persyaratan administrasi. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga berbagai fasilitas yang akan diterima peserta didik selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) RI juga menggelar kegiatan Open House Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada calon siswa dan orang tua untuk melihat secara langsung sistem pendidikan yang diterapkan, sekaligus menyaksikan perkembangan peserta didik SR rintisan yang telah berjalan sejak 2025.

Melalui kegiatan itu, calon siswa beserta orang tua dapat melihat berbagai capaian peserta didik, mulai dari peningkatan kemampuan akademik, pembentukan karakter, hingga tumbuhnya rasa percaya diri.

“Pengalaman para orang tua siswa SR rintisan yang merasakan perubahan positif pada putra-putrinya juga turut dibagikan sebagai bentuk edukasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program ini,” tambahnya.

BACA JUGA  Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan, jumlah calon siswa masih terus bergerak mengikuti proses penjaringan di lapangan. Setelah seluruh tahapan selesai, pemerintah kabupaten/kota akan menetapkan secara resmi daftar peserta didik yang diterima.

“Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan,” katanya.

Restu berharap kuota peserta didik telah terpenuhi saat memasuki tahapan cek kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Juli 2026.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Timur ditargetkan berlangsung di 28 lokasi yang terdiri atas 18 SR permanen dan 10 SR rintisan. Total yang disiapkan mencapai 179 rombongan belajar dengan daya tampung 5.370 peserta didik, meliputi 1.680 siswa SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Sementara itu, proses pembelajaran di 10 SR rintisan yang telah lebih dulu beroperasi tetap berlanjut pada tahun ajaran baru. Kesepuluh sekolah tersebut melayani total 852 peserta didik, terdiri atas SRMA 25 Lamongan (72 siswa), SRT 5 Ponorogo (110), SRT 7 Probolinggo (91), SRT 51 Bangkalan (83), SRT 49 Sumenep (82), SRMP 29 Pamekasan (50), SRMA 36 Bojonegoro (96), SRMP 14 Batu (149), SRMA 22 Malang (69), dan SRMP 15 Mojokerto (50).

Dinsos Jawa Timur menegaskan hingga kini belum ada penetapan resmi calon siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah peserta didik yang diterima masih berpotensi berubah seiring proses penjaringan, verifikasi, dan penetapan yang masih berlangsung di pemerintah kabupaten/kota.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

WhatsApp