Sidoarjo – Keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjuk Kaji Rizza Ali Faizin sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pengamat politik Sidoarjo, Nanang Haromain.
Nanang menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Kaji Rizza. Menurutnya, teka-teki mengenai sosok yang akan memimpin PKB Sidoarjo akhirnya terjawab setelah DPP dan DPW PKB menetapkan Rizza Ali Faizin sebagai ketua untuk periode lima tahun mendatang.
“Bagi sebagian kalangan, keputusan ini mungkin cukup mengejutkan. Sebab dalam beberapa pekan terakhir perhatian publik lebih banyak tertuju pada nama-nama senior yang memiliki pengalaman panjang di partai maupun pemerintahan. Namun jika dicermati lebih dalam, terpilihnya Kaji Rizza justru menunjukkan arah berpikir yang cukup menarik dari DPP PKB,” kata Nanang dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Kamis (11/6/2026).
Nanang menilai PKB Sidoarjo saat ini tidak sedang menghadapi krisis kepemimpinan. Partai berlambang bola dunia itu masih menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Sidoarjo. Meski demikian, menurutnya, PKB membutuhkan energi baru untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
Ia menyoroti hasil Pemilu 2024 yang membuat PKB kehilangan satu kursi legislatif. Selain itu, untuk pertama kalinya sejak era reformasi, PKB Sidoarjo juga tidak lagi menduduki kursi eksekutif.
“Dalam konteks itu, pilihan kepada Kaji Rizza dapat dibaca sebagai perpaduan antara regenerasi dan konsolidasi,” ujarnya.
Menurut Nanang, Kaji Rizza merepresentasikan generasi yang lebih muda dengan pengalaman organisasi yang cukup matang. Di sisi lain, ia dinilai memiliki kedekatan dengan kultur PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) sehingga tidak dianggap sebagai figur asing di internal partai.
Selain faktor regenerasi, Nanang juga melihat posisi Kaji Rizza relatif dapat diterima berbagai kelompok di tubuh PKB. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas partai pasca-Muscab.
“Tengah dinamika yang berkembang menjelang Muscab, sosok yang mampu menjadi titik temu sering kali lebih dibutuhkan dibanding figur yang hanya kuat pada satu kelompok tertentu,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai tantangan besar telah menanti Ketua DPC PKB Sidoarjo yang baru. Mulai dari mempertahankan dominasi kursi legislatif, memperluas basis dukungan masyarakat, hingga menyiapkan kader-kader terbaik untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Keputusan DPP ini dapat dibaca sebagai pesan bahwa PKB Sidoarjo sedang memasuki fase baru, yaitu fase yang menggabungkan pengalaman, regenerasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih panjang,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












