Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PKS Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PKS Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Polemik akses listrik yang dikeluhkan warga kawasan Dupak Interchange Surabaya sejak tahun 2019 mendapatkan sorotan dari Anggota DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan Surabaya Lilik Hendarwati.

Lilik mengatakan bahwa perlunya kejelasan status aset milik PT Jatim Graha Utama (JGU) agar hak-hak dasar masyarakat, termasuk akses listrik dapat dipenuhi.

“Keluhan warga berawal dari hambatnya akses layanan listrik yang menurut mereka telah berlangsung selama bertahun – tahun. Polemik ini berkaitan dengan status lahan seluas sekitar 16 hektare yang berada di kawasan Dupak Interchange,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Secara historis, lahan tersebut merupakan aset yang dihibahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2002 untuk pembangunan jalan tol Surabaya-Malang. Setelah melalui proses pelepasan aset pada tahun 2004, lahan tersebut kemudian dijadikan penyertaan modal kepada JGU pada tahun 2005.

Lilik menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperjelas status keberadaan masyarakat yang telah lama menempati kawasan tersebut.

“Yang harus dipahami terlebih dahulu adalah posisi masyarakat di sana seperti apa. Apakah mereka menyewa, memiliki perjanjian tertentu, atau ada status lain yang mengatur keberadaan mereka. Karena biasanya untuk layanan dasar seperti listrik dan air, status penguasaan lahan harus jelas,” kata Ketua Fraksi PKS Jatim itu.

Menurutnya, DPRD Jawa Timur perlu mendapatkan penjelasan resmi dari JGU mengenai status aset tersebut serta hubungan hukum antara perusahaan daerah dengan warga yang selama ini menempati kawasan tersebut.

“Kita perlu melihat bagaimana aset itu tercatat di JGU. Apakah selama ini memang dibiarkan, apakah ada mekanisme pemanfaatan tertentu, atau ada bentuk kerja sama yang pernah dilakukan. Semua harus diperjelas agar tidak menimbulkan persoalan yang berkepanjangan,” kata Lilik.

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Lilik menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang hanya dari aspek administrasi aset semata. Di balik polemik tersebut terdapat kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian.

“Kalau masyarakat sudah tinggal cukup lama di sana, tentu persoalannya tidak sederhana. Yang harus dicari adalah solusi yang memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak-hak warga,” tegasnya.

Legislator PKS itu juga mengungkapkan bahwa apabila memang terdapat mekanisme resmi berupa sewa atau bentuk pemanfaatan lainnya, maka informasi tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mencontohkan beberapa kasus aset milik pemerintah daerah yang ditempati warga dengan status sewa resmi sehingga tetap memungkinkan masyarakat memperoleh layanan dasar seperti sambungan air dan fasilitas lainnya.

“Kalau memang ada mekanisme yang harus ditempuh, masyarakat perlu tahu. Jangan sampai mereka berada dalam ketidakjelasan selama bertahun-tahun,” ungkap Lilik.

Karena menyangkut kepentingan banyak warga, Lilik berencana mengusulkan agar pihak JGU dipanggil untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait status aset maupun keberadaan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

“Saya akan menyampaikan kepada pimpinan agar dilakukan klarifikasi kepada JGU. Ini menyangkut masyarakat dalam jumlah besar sehingga harus ada penjelasan yang jelas dan transparan,” katanya.

Selain itu, Lilik juga menilai perlu ditelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut tanpa mekanisme resmi.

Menurutnya, seluruh fakta harus dibuka agar masyarakat memperoleh kepastian.

“Kalau memang ada hal-hal yang tidak sesuai aturan, tentu harus diperjelas. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan kepastian bagi warga dan memastikan hak-hak dasar mereka tidak terabaikan,” imbuhnya.

Warga berharap langkah DPRD Jawa Timur dapat menjadi jalan keluar atas persoalan yang telah berlangsung sejak 2019 tersebut. Mereka menginginkan kejelasan status kawasan yang mereka tempati sekaligus solusi atas akses listrik yang hingga kini menjadi kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya terpenuhi.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp