Khofifah bersama Menteri Arifah serta Syeikh Afeefuddin Gaungkan Perdamaian Dunia di Harlah ke-80 Muslimat NU

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Surabaya – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU dan Haul Ulama Serta Pejuang Perempuan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur yang dihadiri ulama dan tokoh sufi dunia Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani dan lebih lima belas ribu jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (17/5/2026).

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU tahun ini berlangsung khidmat sekaligus sarat pesan perdamaian dunia. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan Surat Pernyataan dan Himbauan Perdamaian Dunia dari Muslimat NU kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Khofifah mengatakan, tema besar yang diusung dalam Harlah ke-80 Muslimat NU kali ini adalah membangun perdamaian dunia melalui peran perempuan, keagamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Jadi, sebetulnya kalau Harlah Muslimat ini pesannya adalah membangun perdamaian dunia. Ini tidak hanya dibacakan di sini saja, tapi juga di semua Harlah di seluruh Indonesia. Nantinya, seruan perdamaian ini akan kita sampaikan langsung kepada Sekjen PBB,” ujarnya.

Menurut Khofifah, surat seruan perdamaian tersebut sebelumnya telah dikirimkan secara daring kepada PBB. Namun, melalui Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, penyampaian resmi akan dikoordinasikan bersama Kementerian Luar Negeri sebelum diserahkan langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

“Intinya, pesan perdamaian Muslimat NU kepada PBB adalah hentikan perang, bangun kesejukan dan kedamaian. Mudah-mudahan ini akan membawa dampak nyata ke depannya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran ulama dan tokoh sufi dunia, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani, yang hadir bersama keluarga dalam rangkaian Harlah Muslimat NU ke-80 di Jawa Timur.

BACA JUGA  Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Khofifah menjelaskan, kehadiran keturunan ke-19 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kali ini spesial karena beliau hadir bersama istrinya Sayyidah Suhaila, dan kedua anaknya Sayyidah Aisha dan Sayyid Abdurrahman.

“Kalau beliau masuk surganya Allah, mudah-mudahan kita bisa berseiring bersama beliau. Dan ini luar biasa, kali ini istri dan putra beliau juga rawuh. Tidak ada daun pohon manapun yang jatuh tanpa izin Allah. Maka atas izin Allah beliau hadir di majelis yang mulia ini ,” ungkapnya.

“Maka, mudah-mudahan karomahnya Syeikh Abdul Abdul Qadir Al-Jailani turun kepada kita semua. Berkah insya Allah,” tuturnya.

Selain dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, kegiatan tersebut juga dihadiri Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU dari sejumlah negara seperti Malaysiadan Jepang. Khofifah pun mengapresiasi semangat kemandirian dan militansi para anggota Muslimat NU yang hadir secara mandiri dari berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan.

“Untuk itu, saya memberikan apresiasi dan terima kasih. Ada yang dari Kangean, jalan lautnya berapa jam ke sini. Ada juga yang dari Sepudi, semuanya bayar sendiri-sendiri. Inilah kemandirian yang dibangun di lingkungan muslimat. Alhamdulillah, luar biasa,” ucap Khofifah.

Khofifah menilai, Muslimat NU selama ini konsisten menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah melalui penguatan silaturahmi, dzikir, doa bersama, serta pendidikan karakter di tengah masyarakat.

Sementara itu, Syeikh Afeefuddin menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dalam Harlah ke-80 Muslimat NU. Ia menilai, Muslimat NU memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak dan adab generasi muda, serta membangun keluarga yang kuat.

“Saya setiap kali hadir di sini, hadir di negara ini, negara yang penuh dengan damai dan aman, khususnya Jawa Timur ini, selalu ada berita yang datang dari tempat-tempat yang terjauh. Mereka datang untuk mengharapkan berkah. Mereka datang untuk mendapatkan mahabbah. Semoga majelis ini selalu diberkahi oleh Allah SWT, sehingga mereka dipermudah di dalam urusan-urusannya. Dan harlah Muslimat yang ke-80 ini semoga tidak hanya usianya 80, tetapi akan ditambah ratusan tahun ke depan,” harapnya.

BACA JUGA  Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Dalam Mau’idhoh Hasanah yang diberikannya, Syeikh Afeefuddin mengingatkan anggota Muslimat NU untuk menjaga generasi penerus dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Pasalnya, penggunaan gawai yang salah dapat membuat orang tua maupun anak lalai terhadap tanggung jawab spiritual dan sosialnya.

“Pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk golongan orang yang berdzikir banyak, atau bermain hp yang banyak? Maka kalau kita termasuk orang yang bermain hp yang banyak, sungguh musibah sedang menimpa kita. Kita memohon kepada Allah untuk diselamatkan dari musibah tersebut,” ucapnya.

“Maka kewajiban kita sebagai orang tua yaitu mendidik generasi muda anak-anak kita. Sehingga ketika kita mendidik mereka dengan benar, mereka akan menjadi da’i-da’i, pengajar-pengajar, tidak hanya dengan lisan, tetapi dengan akhlak dan budi pekertinya,” pungkas Syeikh Afeefuddin.

Rangkaian Harlah ke-80 Muslimat NU berlangsung khidmat dengan pembacaan sholawat, Surat Yasin, tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al Hasyr, serta Sholawat Badar bersama ribuan jemaah yang memenuhi kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp