Ancaman Hantavirus di Jawa Timur Kian Serius, dr. Benjamin DPRD Ungkap Dua Profil Mematikan

- Publisher

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Ancaman Hantavirus di Jawa Timur dinilai memasuki fase yang perlu diwaspadai secara serius. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Benjamin Kristianto, menyebut munculnya sejumlah kasus baru diduga hanya menjadi “fenomena gunung es” dari potensi penyebaran yang lebih luas.

Menurutnya, keterbatasan alat deteksi dini membuat kemungkinan banyak kasus belum teridentifikasi di lapangan.

“Ada dua profil klinis virus yang dibawa melalui media tikus ini. Profil pertama menyerang paru-paru atau pulmonik dengan karakteristik mirip Covid-19, namun memiliki tingkat kematian sangat tinggi, mencapai 60 hingga 90 persen,” ujar dr. Benjamin saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Sementara profil kedua memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni demam berdarah yang disertai gangguan ginjal, dengan tingkat kematian sekitar 15 persen.

“Kalau kerusakan ginjalnya berat, penanganannya bukan hanya mengatasi virus, tetapi juga membutuhkan tindakan hemodialisis atau cuci darah,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut.

Ia menilai pola penularan Hantavirus kini tidak lagi identik dengan lingkungan kumuh. Bahkan, kasus serupa disebut mulai ditemukan di fasilitas modern seperti kapal pesiar.

“Ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha kuliner, mulai kafe, restoran hingga hotel, agar lebih disiplin menjaga kebersihan. Jangan sampai sisa makanan mengundang tikus sebagai vektor utama melalui kontak ludah maupun urine,” jelas dr. Benjamin.

Selain sektor swasta, dr. Benjamin juga menyoroti pengelolaan kebersihan dalam program makan bergizi gratis di sekolah. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah makanan secara higienis agar tidak memicu berkembangnya tikus di lingkungan pendidikan.

“Sisa makanan harus dibuang di wadah tertutup rapat supaya area sekolah tidak menjadi sarang tikus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dokter Benjamin mengakui deteksi massal Hantavirus tidak semudah penanganan penyakit seperti TBC. Karena itu, ia mendorong penguatan langkah preventif dan promotif di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI AD di Madura, Percepat Pemerataan Pembangunan

“Kami mengimbau masyarakat disiplin mengikat rapat sampah sisa makanan dan membuangnya ke tempat yang aman agar akses tikus ke area hunian bisa diputus. Sebab, keberhasilan penyembuhan sangat bergantung pada kecepatan deteksi dan daya tahan tubuh pasien,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional Versi SCImago 2026
Pemadaman Listrik di Jatim Jadi Sorotan, Puguh DPRD Minta Rumah Sakit Diprioritaskan
Puguh Wiji Pamungkas Raih Maklumat Award 2026, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Akses Kesehatan Warga Jatim
Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC, Lilik Hendarwati Minta Warga Tidak Panik
Dokter Benjamin DPRD Jatim Prihatin, 7.129 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Sidoarjo dalam Tiga Bulan
Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Naik Signifikan, Ketua Komisi D DPRD Dorong Pemetaan Wilayah Rawan dan Skrining Massal
KRIS BPJS Jadi Perhatian Publik, Suli Da’im Minta Warga Tidak Cemas Soal Iuran dan Hak Pelayanan
Hantavirus Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Edukasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:37 WIB

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional Versi SCImago 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pemadaman Listrik di Jatim Jadi Sorotan, Puguh DPRD Minta Rumah Sakit Diprioritaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:37 WIB

Puguh Wiji Pamungkas Raih Maklumat Award 2026, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Akses Kesehatan Warga Jatim

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:05 WIB

Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC, Lilik Hendarwati Minta Warga Tidak Panik

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:18 WIB

Dokter Benjamin DPRD Jatim Prihatin, 7.129 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Sidoarjo dalam Tiga Bulan

Berita Terbaru