Senator Lia Istifhama Desak SPPG Pastikan Makanan Layak Konsumsi Sebelum Dikirim ke Sekolah

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa sekolah dasar dan menengah pertama di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Senin (11/5/2026).

Menanggapi kejadian itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan siswa sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik terhadap program nasional pemenuhan gizi bagi pelajar.

Mengapa MBG Perlu Pengawasan Lebih Ketat?

Lia menilai, prosedur pemeriksaan di tingkat sekolah sejauh ini sebenarnya telah berjalan sesuai standar. Guru dan pihak sekolah disebut sudah melakukan pengecekan awal, mulai dari aroma, tekstur, hingga tampilan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Namun, menurutnya, kasus dugaan keracunan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan visual dan penciuman saja belum cukup untuk menjamin keamanan makanan.

Perlu Cek Ekstra pada Kandungan dan Kualitas Bahan

Lia menegaskan perlunya pemeriksaan tambahan pada bahan makanan, proses pengolahan, hingga kondisi makanan saat siap konsumsi.

“Kalau SOP sudah dijalankan dan tidak ditemukan hal yang mencurigakan, berarti memang harus ada pemeriksaan ekstra dari substansi bahan makanan yang sudah siap dikonsumsi. Karena ternyata dari bau dan tampilan tidak ada masalah, tetapi masih muncul dugaan keracunan. Artinya ada hal yang perlu dicek lebih dalam sebelum distribusi,” ujar Lia, pada Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap akhir pengemasan, tetapi juga harus dimulai sejak pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga pengiriman ke sekolah.

Kombinasi Menu Juga Perlu Dikaji

Selain kualitas bahan, Lia juga menyoroti kemungkinan adanya reaksi tertentu akibat kombinasi menu yang dikonsumsi siswa.

BACA JUGA  Ketua Umum Perwosi Arumi Resmi Buka Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Targetkan Atlet Berprestasi Dunia

Ia menilai, komposisi makanan perlu dianalisis lebih mendalam agar tidak memicu gangguan kesehatan tertentu pada anak-anak.

Analisis Nutrisi dan Reaksi Tubuh Harus Jadi Perhatian

“Kadang ada makanan yang ketika dikombinasikan dengan menu tertentu bisa menimbulkan proses tertentu dalam tubuh. Ini juga perlu pendalaman, apakah ada faktor kombinasi bahan atau kondisi lain yang memengaruhi,” kata Lia.

Pernyataan tersebut membuka ruang evaluasi lebih luas, tidak hanya pada aspek kebersihan makanan, tetapi juga keseimbangan nutrisi dan kompatibilitas bahan pangan dalam satu paket MBG.

Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas Utama

Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi pengingat penting bahwa program pemenuhan gizi nasional harus dibarengi sistem pengawasan pangan yang ketat dan berlapis.

Lia berharap evaluasi ini dapat menghasilkan perbaikan konkret agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kesehatan peserta didik.

“Program ini sangat baik untuk masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, kualitas dan keamanan makanan harus benar-benar dijaga secara maksimal,” tutup Lia.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKPJ 2025 Disorot, Ketua Fraksi PKS Jatim Minta Pemprov Benahi BUMD dan Tekan Kemiskinan
Apresiasi Gubernur Khofifah hingga Catatan Kritis Pansus, Gus Ubaid Sebut Check and Balance Harus Dijaga
Ketua DPRD Jatim Dorong Perda Disabilitas Segera Disahkan, Soroti Akses Pendidikan hingga Lapangan Kerja
Yordan DPRD Soroti Kinerja BUMD Jatim, Banyak Aset Idle Belum Maksimal Dongkrak PAD
Fraksi Gerindra DPRD Jatim Dorong Pembentukan Komisi Disabilitas Daerah di Jawa Timur
Hantavirus Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Edukasi dan Deteksi Dini Diperkuat
FPKS DPRD Jatim Dorong Raperda Disabilitas, Tekankan Hak Asasi dan Kesetaraan Akses
Fraksi PKS Jatim Setujui Dua Raperda Strategis, Tekankan Reformasi Birokrasi dan Penguatan Petrogas Jatim Utama

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:17 WIB

Apresiasi Gubernur Khofifah hingga Catatan Kritis Pansus, Gus Ubaid Sebut Check and Balance Harus Dijaga

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:47 WIB

Ketua DPRD Jatim Dorong Perda Disabilitas Segera Disahkan, Soroti Akses Pendidikan hingga Lapangan Kerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:17 WIB

Yordan DPRD Soroti Kinerja BUMD Jatim, Banyak Aset Idle Belum Maksimal Dongkrak PAD

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:10 WIB

Senator Lia Istifhama Desak SPPG Pastikan Makanan Layak Konsumsi Sebelum Dikirim ke Sekolah

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:28 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Jatim Dorong Pembentukan Komisi Disabilitas Daerah di Jawa Timur

Berita Terbaru